Ilustrasi pria yang memiliki luka di masa kecilnya. (Pexels)
JawaPos.com - Trauma masa kecil tidak selalu mudah diidentifikasi. Kadang-kadang, kita menjalani hidup dengan berpikir bahwa pengalaman kita adalah hal yang normal, padahal kenyataannya hal itu jauh dari normal.
Mengenali tanda-tanda masa kecil yang traumatis bukan berarti menyalahkan. Ini tentang memahami diri kita sendiri dengan lebih baik sehingga kita dapat pulih dan bertumbuh.
Dilansir JawaPos.com dari laman Ideapod, Selasa (4/6), ada sepuluh tanda yang mungkin menunjukkan masa kecil kamu lebih menantang daripada yang kamu kira.
1. Kesulitan untuk mempercayai orang lain
Kepercayaan adalah landasan mendasar dalam hubungan apapun. Namun, jika kamu tumbuh di lingkungan di mana kepercayaan sering dirusak, maka akan sulit untuk mengembangkannya.
Anak-anak yang mengalami trauma sering kali kepercayaannya dilanggar oleh orang-orang yang seharusnya paling bisa mereka andalkan. Bisa jadi orang tua, saudara, atau bahkan teman dekat keluarga.
Akibatnya, kamu mungkin kesulitan mempercayai orang lain sebagai orang dewasa. Ini bukan tentang bersikap pesimis, ini adalah mekanisme pertahanan sejak masa kanak-kanak yang terus bertahan.
Baca Juga: Sembuh dari Traumatis dan Bersiaplah Menjadi Pribadi yang Lebih Baik dengan 4 Nilai Tambah Ini
2. Kewalahan dengan konflik
Jika kamu merasa sangat kewalahan atau cemas selama konflik, itu mungkin pertanda trauma masa lalu. Tumbuh di lingkungan di mana konflik mengakibatkan kerugian emosional atau fisik dapat meninggalkan rasa takut yang mendalam.
Ketakutan ini dapat muncul kembali bahkan dalam perselisihan atau perdebatan yang tidak terlalu serius di masa dewasa. Memahami kecenderungan ini memungkinkan kamu untuk mengatasi reaksimu dan mengelola konflik dengan lebih efektif.
3. Kewaspadaan yang berlebihan
Kewaspadaan berlebihan adalah keadaan kewaspadaan tinggi yang sering ditemukan pada individu yang pernah mengalami trauma. Tingkat kewaspadaan yang meningkat ini dapat melelahkan dan menyebabkan masalah lain seperti kecemasan dan kesulitan tidur.
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Traumatic Stress menemukan bahwa kewaspadaan berlebihan adalah gejala umum di antara orang dewasa yang mengalami pelecehan pada masa kanak-kanak.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
