Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 Mei 2024 | 22.44 WIB

Sembuh dari Traumatis dan Bersiaplah Menjadi Pribadi yang Lebih Baik dengan 4 Nilai Tambah Ini

ilustrasi menolong seseorang dengan kondisi trauma./ freepik - Image

ilustrasi menolong seseorang dengan kondisi trauma./ freepik

JawaPos.com – Memiliki masa lalu yang traumatis tentu bukanlah pilihan. Kondisi tersebut membutuhkan bantuan dan dukungan menuju kesembuhan.

Penting untuk sembuh dari trauma, karena memori traumatis akan berkontribusi pada cara seseorang menjalani dan mengambil keputusan di kehidupan saat ini.

Anda yang sedang berjuang untuk sembuh dari trauma, bersiaplah untuk menyambut kehidupan baru yang lebih bernilai.

Penelitian psikologi dalam psychologytoday.com, memberikan pemaparan bahwa para penyintas trauma akan menjadi pribadi yang lebih baik dan bernilai tambah.

  1. Memiliki Belas Kasihan pada Diri Sendiri

Dalam sebuah penelitian, ditemukan bahwa reaksi umum terhadap trauma adalah mengkritik diri sendiri.

Seseorang mungkin menyalahkan diri sendiri atas apa yang terjadi, berpikir bahwa Anda “seharusnya bisa mencegahnya.”

Bahkan sampai semua kejadian sudah berlangsung lama, Anda masih percaya bahwa ada sesuatu yang salah dengan diri Anda sehingga harus menjadi target perilaku buruk.

Terapi psikologis akan membantu penyintas trauma menggeser keyakinan negatif tentang diri sendiri.

Dengan terapi ini, penyintas trauma tidak lagi akan marah pada diri mereka sendiri atas apa yang terjadi. Sebaliknya, mereka merasa iba pada orang yang mengalami penderitaan tersebut.

Mereka berhenti menyalahkan diri mereka sendiri atas trauma tersebut, dan mungkin ingin menghibur dan merawat diri mereka yang lebih muda.

  1. Menjadi Lebih Empati

Penyembuhan dari trauma juga memungkinkan kita untuk memiliki empati yang lebih besar terhadap orang lain yang masih terikat dengan trauma.

Ketika kita berhasil mengatasi trauma, kita cenderung menjadi lebih berempati dan berbelas kasih kepada orang lain.

Hal ini pada dasarnya adalah salah satu manfaat dari trauma itu sendiri. Bukan sekadar trauma yang disembuhkan, tetapi trauma tersebut telah ditransformasikan menjadi hal baik.

Bagian dari transformasi ini dapat mencakup mengenali luka-luka orang lain. Anda akan seketika menyadari bahwa ada orang lain yang sedang berurusan dengan sesuatu dalam pikirannya.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore