Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 17 Mei 2024 | 03.48 WIB

5 Alasan Mengapa Orang Jarang Update Status Media Sosial, Mungkin Mereka Berhati-hati Atas Hal –Hal Tertentu

Ilustrasi orang yang jarang update status media sosial

JawaPos.com - Di era digital saat ini, media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Platform media sosial seperti Facebook, Instagram, dan Twitter memungkinkan kita untuk berbagi momen, pikiran, dan perasaan dengan mudah kepada dunia melalui update status atau unggahan post media sosial.

Namun, meskipun akses dan kemudahan ini tersedia, banyak orang yang justru memilih untuk jarang atau bahkan tidak pernah update status media sosial mereka. Mengapa demikian? Apakah mereka hanya sibuk, atau ada alasan lain yang lebih mendalam?

Dalam artikel ini, kita akan membahas lima alasan mengapa orang jarang update status di media sosial, mungkin karena mereka berhati-hati atas membagikan hal-hal tertentu melalui media sosial. Dengan memahami alasan-alasan ini, kita bisa mendapatkan wawasan lebih dalam tentang bagaimana media sosial mempengaruhi perilaku dan keputusan kita dalam berbagi kehidupan secara online.

Dilansir dari laman mdti.com, pada Kamis (16/5), Berikut 5 alasan mengapa orang berhati-hati dalam memposting di media sosial, yang menyebabkan mereka menjadi jarang update media sosial :

  1. Tidak Ada Hal yang Benar-Benar Privat

Segala sesuatu yang telah dibagikan melalui media sosial dapat dengan mudah diambil tangkapan layarnya dan dibagikan oleh siapa pun yang mengikuti atau terhubung dengan Anda. Meskipun Anda mungkin sempat berpikir hanya berbagi dengan teman-teman yang Anda kenal, ingat bahwa apapun yang Anda ketik dan publikasikan di perangkat elektronik secara online mungkin dapat terlihat atau diakses oleh orang lain.

Walaupun situs media sosial memiliki kebijakan dan ketentuan dalam perihal keamanan pengguna, kebijakan tersebut mungkin tidak cukup untuk melindungi informasi pribadi Anda. Untuk meningkatkan keamanan, Anda perlu masuk ke akun Anda dan mengubah pengaturan agar terlindung dari peretas atau penyamar.

Situs media sosial terus memperbarui peraturan mengenai privasi, terkadang dalam algoritma media sosial dapat memudahkan kontak Anda atau "teman dari teman" untuk mengakses dan membagikan informasi Anda. 

Tak jarang kita menerima permintaan pertemanan atau pengikut dari seseorang yang mungkin tidak kita kenal hanya karena mereka menyukai salah satu postingan kita. Tidak ada jaminan di mana informasi yang telah Anda bagikan lewat media sosial akan berakhir bagaimana itu dipersepsikan oleh orang lain.

  1. Internet Berlaku Selamanya

Konten yang telah dibagikan di internet tidak akan pernah bisa benar-benar hilang. Meskipun Anda telah menghapus konten dari profil media sosial Anda, Anda tidak tahu siapa yang sudah melihatnya atau menyimpannya.

Anda dan pengguna lain mungkin tidak bisa melihat info yang dihapus, tetapi itu tetap tersimpan di suatu tempat. Dalam beberapa kasus, konten tersebut tidak lagi benar-benar milik Anda. Anda bisa meminimalkan jejak digital Anda dengan menghapus info dari situs media sosial, tetapi kenyataannya Anda tidak bisa sepenuhnya menghapus diri atau informasi Anda dari internet.

  1. Postingan Anda Bisa Menjadi Asupan Publik

Jika terdapat kemungkinan Anda akan menyesal setelah memposting foto, lelucon, komentar, atau keluhan di internet, lebih baik jangan di posting sekalian. Anda tidak akan pernah tahu siapa yang akan mencarinya dan apa niat asli mereka. Siapapun dengan alat yang tepat bisa mencari Anda dan, dengan sedikit usaha, menggali postingan lama yang mungkin sudah Anda lupakan.

  1. Postingan Anda Bisa Menghambat Karir Anda

Jaman sekarang, bukanlah tidak mungkin jika para HRD mencari informasi mengenai kandidat pekerja secara online melalui media sosial mereka masing-masing. Sebelum Anda dipekerjakan, dan atau bahkan sebelum diwawancarai, perekrut dan manajer akan melihat postingan media sosial Anda untuk mengetahui lebih banyak tentang Anda.

Para HRD Anda saat ini mungkin juga mengevaluasi profil media sosial Anda saat mempertimbangkan perekrutan atau bahkan kenaikan jabatan. Klien dan mitra bisnis Anda juga bisa mencari informasi secara online.

Jika mereka menemukan konten yang Anda bagikan yang tidak sesuai dengan nilai mereka, hal itu bisa merusak reputasi Anda sebagai mitra. Komentar tidak pantas, argumen online, dan umpan balik negatif bisa menghantui Anda. Ini berlaku untuk apa pun yang berpotensi bisa merusak citra Anda, seperti bahasa kasar, kemarahan, video, dan foto yang menunjukkan Anda sedang minum hingga mabuk 

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore