Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 Mei 2024 | 04.24 WIB

Kenali Perbedaan serta Kesamaan Kepribadian Introvert dan Sensitif, Apakah Anda Salah Satu, atau Keduanya?

2 tipe kepribadian introvert MBTI yang paling mungkin menunjukkan kemarahannya secara terang-terangan. (aicaafaga.medium.com) - Image

2 tipe kepribadian introvert MBTI yang paling mungkin menunjukkan kemarahannya secara terang-terangan. (aicaafaga.medium.com)

JawaPos.com - Orang dengan kepribadian introvert dan sensitif sering kali dianggap sebagai sosok yang sama.

Padahal, terdapat beberapa perbedaan antara kedua sifat ini yang cukup menarik untuk diamati.

Dilansir dari psychologytoday.com, introvert menggambarkan orientasi sosial atau seseorang yang lebih suka sendiri atau berkumpul hanya dalam kelompok kecil.

Sementara sensitivitas adalah sebaliknya, yaitu menggambarkan orientasi terhadap lingkungan seseorang.

Kita dapat mengatakan bahwa introvert pada dasarnya lelah karena bersosialisasi, sedangkan orang yang sensitif lelah karena rangsangan apa pun, selain bersosialisasi.

Seseorang bisa menjadi orang yang introvert sekaligus sensitif. Mari kita telusuri beberapa persamaan dan perbedaannya.

Persamaan Antara Introvert dan Orang yang Sangat Sensitif

  1. Keduanya Introspektif dan Reflektif

Dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang ekstrovert dan kurang sensitif, mereka cenderung lebih selaras dengan pikiran dan emosi mereka sendiri.

Mereka lebih cenderung terlibat dalam praktik mindfulness seperti meditasi, journalling, menulis, melukis atau musik, sebagai cara untuk mengeksplorasi dan mengekspresikan dunia batin mereka.

Mereka mungkin menciptakan seni yang mencerminkan emosi mereka atau menulis cerita atau puisi yang memungkinkan mereka menggali lebih dalam pemikiran dan pengalaman mereka.

Jika Anda seorang introvert dan/ atau orang yang sensitif, Anda tahu bahwa fokus pada introspeksi dapat menjadi manfaat sekaligus tantangan.

Di satu sisi, ini memberi Anda pemahaman yang lebih dalam tentang diri Anda dan dunia di sekitar Anda. Di sisi lain, hal ini terkadang membuat Anda merasa cemas atau kritis terhadap diri sendiri.

  1. Keduanya Membutuhkan Banyak Waktu Henti

Otak yang introvert dan sensitif lebih mudah terstimulasi secara berlebihan. Artinya, orang introvert dan sensitif bisa menjadi stres atau lelah ketika ada terlalu banyak hal yang terjadi.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore