Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 5 Mei 2024 | 13.40 WIB

Kenapa Perfeksionis itu Buruk? Berikut 9 Bahaya yang Timbul dari Mengejar Kesempurnaan

Ilustrasi- Pefeksionis dengan tugas yang tak kunjung selesai/Freepik - Image

Ilustrasi- Pefeksionis dengan tugas yang tak kunjung selesai/Freepik

JawaPos.com - Di dunia yang sering menilai keunggulan dan ketelitian, keinginan akan kesempurnaan tampak seperti suatu hal yang mulia.

Pada dasarnya, apa yang salah dengan menjadi perfeksionis yang mengejar kesempurnaan?

Masalah dalam mengejar kesempurnaan muncul ketika keinginan ini menjadi merugikan, membawa pada kegagalan daripada kesuksesan. Inilah tepatnya masalah yang dihadapi oleh perfeksionis.

Perfeksionisme ditandai dengan mentalitas di mana sesuatu hanya bisa sempurna atau dianggap sebagai kegagalan.

Ini muncul dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari pekerjaan hingga usaha pribadi, dan sering kali datang dengan biaya yang besar.

Melansir Succes, berikut adalah sembilan cara di mana perfeksionisme mungkin membuka jalan menuju kegagalan:

1. Pekerjaan yang Tidak Pernah Selesai

Bagi perfeksionis, sebuah proyek tidak pernah benar-benar selesai karena tidak memenuhi standar sempurna mereka yang sulit dicapai.

Upaya terus-menerus untuk mencapai kesempurnaan ini menghasilkan revisi yang tidak pernah berakhir dan penundaan dalam berbagi ide atau produk, sehingga menghambat pertumbuhan pribadi dan profesional.

2. Stres dan Ketidakpuasan

Pengejaran tanpa henti terhadap kesempurnaan secara inheren menimbulkan stres, karena perfeksionis terus-menerus dihantui oleh ketakutan tidak mencapai standar yang diinginkan.

Standar yang tidak tercapai ini merampas mereka dari kegembiraan dan kepuasan yang diperoleh dari pekerjaan mereka, meninggalkan mereka selalu tidak puas.

3. Menghindari Risiko

Meskipun menginginkan kesempurnaan, segala perbuatan perfeksionisme didorong oleh rasa takut akan kegagalan. Ketakutan ini sering kali mengarah pada enggan untuk mengambil risiko.

Dengan perfeksionis mengadopsi pola pikir 'jika saya tidak bisa melakukannya dengan sempurna, maka saya tidak akan mencoba sama sekali.' Akibatnya, peluang untuk pertumbuhan dan kesuksesan terlewatkan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore