Orangtua memiliki peran kunci dalam memfilter tontonan anak dengan menonton bersama./ Sumber Foto : Pexels.com / Ketut Subiyanto
JawaPos.com – Era digital telah mengubah cara kita mendidik anak, termasuk dalam penggunaan gawai dan konten digital seperti televisi dan video yang menjadi semakin populer sebagai hiburan bagi anak-anak.
Mudahnya anak usia dini dalam mengakses berbagai tontonan, baik melalui televisi maupun media sosial seperti Youtube, memegang peranan penting dalam tahap perkembangan mereka.
Sebagai generasi penerus bangsa, pemilihan tontonan yang tepat menjadi tanggung jawab orangtua, mengingat dampaknya terhadap pertumbuhan anak.
Dalam persaingan industri penyiaran, konten yang diminati anak usia dini menjadi fokus utama bagi saluran televisi dan channel Youtube.
Menurut penelitian terbaru dari Universitas Drexel yang dipublikasikan dalam jurnal Jama Pediatrics, bahaya dari paparan konten digital pada anak-anak tidak hanya berdampak pada kemampuan motorik dan regulasi emosi, tetapi juga pada perilaku sensorik yang tidak sesuai pola pada anak usia dini, terutama bayi dan balita.
Penelitian ini melibatkan analisis data dari Studi Anak Nasional Amerika Serikat, yang mencatat setidaknya 1.471 bayi dan balita pada usia 12 bulan, 18 bulan, dan 24 bulan dari tahun 2011 hingga 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan tayangan digital pada usia dini dapat meningkatkan risiko perilaku sensorik yang tidak sesuai pada anak-anak.
Dampak paparan tayangan digital pada bayi dan balita ini menjadi tambahan dalam daftar masalah kesehatan terkait dengan durasi menonton pada anak usia dini, termasuk gangguan perilaku, gangguan tidur, kemampuan belajar bahasa yang lambat, serta autisme.
Untuk mengurangi paparan tayangan digital pada anak-anak, perlu ada pendekatan yang melibatkan pemrosesan sensori oleh terapis okupasi dan penekanan pada aktivitas yang mendorong kemampuan sensori.
Organisasi Kesehatan Dunia merekomendasikan agar anak-anak di bawah usia dua tahun tidak menonton tayangan digital atau melakukan screen time.
Pada usia 1 tahun, dampak tayangan digital pada tahun pertama berisiko meningkatkan perilaku sensorik yang tidak sesuai dengan usianya yang kemudian berhubungan pada kemampuan bayi dalam mengenal sesuatu dengan lebih lambat.
Pada usia 1,5 tahun, setiap tambahan jam tayangan digital dapat meningkatkan risiko perilaku atipikal sebesar 23 persen. Begitu pula pada usia 2 tahun, paparan tayangan digital meningkatkan risiko perilaku atipikal sebesar 20 persen.
Terkadang konten yang mendapat rating tinggi tidak selalu sesuai dengan usia anak atau bahkan bisa mengandung unsur yang tidak mendidik. Karena persaingan dalam industri sering kali mengabaikan filter tontonan yang sehat untuk anak-anak.
Anak usia dini cenderung meniru apa yang mereka lihat, sehingga tontonan yang tidak sesuai dengan usia anak, seperti kekerasan, pornografi, atau percintaan, dapat berdampak negatif.
Maka dari itu orangtua memiliki peran kunci dalam memfilter tontonan anak dengan menonton bersama, menuliskan jadwal tontonan khusus untuk anak, memilih aplikasi yang sesuai dengan usia anak, dan membatasi waktu akses mereka terhadap tontonan digital.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
15 Kata Cristiano Ronaldo ke Lionel Messi Setelah sang Ayah Meninggal Dunia
Biaya Nany Widjaja untuk Lobi Pembelian Tanah Rp 50 M, Harga Tanah Hanya Rp 30 M
Bentrokan di USS Abraham Lincoln: 7 Prajurit Dilaporkan Tewas di Tengah Perang dengan Iran
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
