
Ilustrasi percakapan yang sehat dengan tidak menggunakan frasa yang terlihat ramah namun merendahkan (freepik)
JawaPos.com – Bersikap ramah dan merendahkan sejatinya memiliki perbedaan yang sangat tipis. Kedua memiliki perbedaan pada niatnya.Sikap merendahkan adalah saat Anda berusaha terdengar ramah namun tujuan sebenarnya adalah merendahkan seseorang secara halus.
Memang di permukaan ungkapan-ungkapan tersebut terlihat tidak berbahaya bahkan banyak mengira baik namun apa jadinya jika menggunakan nada yang dapat merusak hubungan dan menyakiti perasaan orang lain.
Tidak sedikit orang yang belum memahami dan menyadari ungkapan-ungkapan ini yang sebenarnya menjatuhkan harga diri orang lain namun terlihat ramah. Tentu hal yang perlu Anda hindari karena tidak ada yang lebih berharga selain hubungan kerukunan interaksi antar sesama.
Dilansir dari laman Hackspirit, terdapat beberapa ungkapan yang memang terdengar ramah di awal namun secara diam-diam menggurui bahkan merendahkah harga diri orang lain diantaranya:
Di permukaan ungkapan ini tampak seperti istilah sayang, ekspresi keprihatinan atau bahkan pujian namun justru terjadi sebaliknya. Frasa ini memiliki nada mendasar yang secara halus merendahkan orang yang dituju.
Apabila Anda pernah mengucapkan frasa ini bisa jadi memang orang memahami itu ramah namun sebenarnya terselubung bisa menghina secara halus.
Ungkapan ini biasanya sering dilontarkan kepada seseorang yang pertama kali belajar atau mencoba hal baru. Memang terdengar seperti pujian namun sebenarnya lebih ke pujian tidak langsung.
Frasa ini merupakan ungkapan secara halus yang bisa melemahkan pencapaian seseorang dan bisa lebih mengecilkan hati daripada memberi semangat. Secara tidak langsung Anda menyiratkan sebuah pesan bahwa upaya yang dilakukan tidak maksimal sehingga rasa percaya diri bisa jatuh.
Ungkapan ini sering kali digunakan untuk memuji seseorang yang sudah keluar dari zona nyamannya. Frasa ini menyiratkan bahwa tugas yang ada jauh melampaui kapasitas orang tersebut.
Memang dari permukaan Anda terkesan mengakui keberanian seseorang namun frasa ini bisa saja secara tidak sengaja meremehkan orang lain.
Sepintas memang ungkapan ini terlihat sedikit humor namun sebenarnya frasa ini agak merendahkan orang lain. Bahkan kalimat ini sangat bisa menyakitkan jika diucapkan kepada seseorang yang bangga dengan pencapaiannya atau sedang bekerja keras untuk menguasai keterampilan baru.
Ketika Anda menggunakan frasa ini tentu bisa mengurangi prestasi mereka dan membuat mereka nggak untuk mencoba lagi.
Ungkapan ini merupakan salah satu cara licik untuk menunjukkan keterbatasan atau kekurangan seseorang. Karena ada kata mempertimbangkan menjadikan frasa ini menjadi sebuah kritikan terselubung.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
