Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 April 2024 | 18.19 WIB

Tradisi Perayaan 1 April : Mengenal Asal Usul Hari April Mop yang Jarang Diketahui, Begini Faktanya

Ilustrasi Hari April Mop (freepik). - Image

Ilustrasi Hari April Mop (freepik).

JawaPos.com – Hari April Mop merupakan salah satu tradisi perayaan yang jatuh setiap tanggal 1 April yang selalu dirayakan selama beberapa abad oleh berbagai budaya.

Meskipun banyak orang belum memahami sepenuhnya terkait asal usul April mop ini tidak menyurutkan semangat gembira dalam merayakan.

Dilansir dari laman History, terdapat beberapa sejarawan yang mempunyai spekulasi bahwa Hari April Mop dimulai pada tahun 1582 pada saat Prancis beralih dari kalender Julian ke kalender Gregorian.

Sebagaimana hal tersebut diserukan oleh Konsili Trente pada tahun 1563.

Dalam kalender Julian seperti dalam kalender Hindu, tahun baru adalah tahun baru yang dimulai dengan ekuinoks musim semi sekitar tanggal 1 April.

Orang-orang yang lambat dalam menerima berita atau ada yang tidak menyadari bahwa awal tahun baru telah dipindahkan ke tanggal 1 januari dan terus merayakannya selama minggu terakhir bulan Maret hingga 1 April menjadi sasaran lelucon dan tipuan yang disebut “April bodoh”.

Ada beberapa sejarawan juga mengaitkan Hari April Mop dengan festival seperti Hilaria. Hilaria dalam bahasa latin memiliki arti kegembiraan yang dirayakan di Roma kuno pada akhir bulan Maret yang diikuti oleh sekte Cybele.

Hilaria adalah hari untuk permainan, penyamaran, dan umumnya menghabiskan hari dengan ejekan tanpa henti bahkan hakim setempat pun tidak kebal.

Perayaan tersebut melibatkan orang-orang yang menyamar dan mengejek sesama warga dan dikatakan terinspirasi oleh legenda Mesir tentang Isis, Osiris, dan Seth.

Ada pula sejarawan yang berspekulasi bahwa April Mop dikaitkan dengan titik balik musim semi atau dikenal dengan hari pertama musim semi di belahan bumi utara ketika alam membodohi manusia dengan cuaca yang berubah dan tidak dapat diprediksi sebelumnya.

Hari April Mop menyebar ke seluruh Inggris pada abad ke-18. Di Skotlandia, tradisi dilaksanakan selama 2 hari.

Hari pertama diawali dengan berburu gowk yang artinya orang-orang dikirim untuk keperluan palsu. Gowk disini artinya kata untuk burung kukuk dan symbol untuk orang bodoh.

Dilanjutkan hari kedua dengan Hari Tailie yang melibatkan lelucon yang dilakukan pada pantat orang seperti menyematkan ekor palsu atau tanda “tending aku” pada mereka.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore