Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 9 Maret 2024 | 20.12 WIB

Inilah 3 Alasan Mengapa INFJ Rentan Menjadi Target Para Narsistik, Salah Satunya karena Standar Tinggi dalam Percintaan

Ilustrasi seorang perempuan sedang berpikir dan berbaring di sofa./ (Pinterest/Bloglovin’) - Image

Ilustrasi seorang perempuan sedang berpikir dan berbaring di sofa./ (Pinterest/Bloglovin’)

JawaPos.com – INFJ, salah satu tipe kepribadian Myers-Briggs yang paling langka, dikenal dengan idealisme mereka yang tinggi dan kemampuan berempati yang mendalam.

Mereka memandang dunia dengan kacamata penuh makna, selalu mencari koneksi yang otentik dan hubungan yang berharga.

Namun, sifat-sifat INFJ ini terkadang justru membuat mereka rentan menjadi korban manipulasi para narsistik.

Mari kita lihat tiga alasan utama mengapa INFJ rentan menjadi target narsistik menurut thoughtcatalog.com, Sabtu (9/3).

1. Standar Tinggi Akan Hubungan Romantis yang Sering Disalahartikan

INFJ mendambakan hubungan cinta yang penuh makna dan ideal. Mereka bermimpi akan pasangan yang memahami visi mereka tentang dunia dan mampu terhubung pada tingkat yang dalam.

Ketika bertemu seorang narsistik, fase awal seperti ‘love-bombing’ atau yang biasa disebut sebagai serangan cinta dan perhatian berlebihan yang dilakukan sang narsistik, dapat dengan mudah disalahartikan oleh INFJ.

Fase tersebut mungkin disalah artikan sebagai perwujudan cinta sejati yang selama ini mereka idamkan. Seorang narsistik sangat ahli dalam menciptakan persona menawan yang sesuai dengan hasrat terdalam INFJ.

Mereka mungkin secara tidak sengaja mengungkapkan ketertarikan pada minat dan nilai-nilai yang dipegang INFJ, memicu perasaan seperti bertemu belahan jiwa. Akibatnya, INFJ sering terjebak dan terpesona, tanpa menyadari manipulasi yang sedang terjadi.

2. Empati Tinggi Seorang INFJ yang Dimanfaatkan Narsistik

INFJ adalah individu yang sangat berempati dan memiliki komitmen kuat untuk membantu orang lain. Mereka secara alami tertarik pada mereka yang tampak membutuhkan dukungan.

Bagi narsistik, sifat-sifat ini seperti harta karun. Mereka akan dengan sengaja mengeksploitasi kebaikan INFJ demi keuntungan pribadi. Narsistik pandai menceritakan kisah-kisah dramatis yang penuh penderitaan, memanipulasi emosi INFJ dan memicu rasa iba.

INFJ yang berempati tinggi akan merasa perlu menyelamatkan sang narsistik, rela mengorbankan kebutuhan pribadinya dan berjuang tanpa lelah untuk membantu mereka menjadi lebih baik.

Namun, pada kenyataannya, narsistik tidak mencari pertolongan, melainkan hanya mencari pasokan perhatian dan validasi dari INFJ.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore