
Ilustrasi Teh./ freepik/atlascompany
JawaPos.com - Teh merupakan salah satu minuman yang banyak dikonsumsi di dunia dan memiliki banyak khasiat.
Antara lain antioksidan, anti inflamasi, probiotik, antimikroba, antivirus, antibakteri, anti mutagenik, dan anti karsinogenik.
Namun, teh memiliki sebuah efek yang berdampak negatif terhadap kesehatan, yaitu dapat menyebabkan kekurangan zat besi pada tubuh.
Padahal, zat besi merupakan mineral yang dibutuhkan tubuh untuk tumbuh kembang, membuat hemoglobin, protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh, dan mioglobin yang menyediakan oksigen ke otot.
Zat besi ditemukan secara alami di banyak makanan, antara lain daging tanpa lemak, makanan laut, dan unggas, sereal dan roti sarapan yang diperkaya zat besi, kacang-kacangan dan beberapa buah kering, seperti kismis.
Menurut Dr. Lisa Watson, seorang dokter Naturopati asal Kanada, ketika teh dikonsumsi bersamaan dengan makanan kaya zat besi, maka akan dapat menurunkan penyerapan zat besi tersebut.
Satu cangkir teh menurunkan penyerapan zat besi sebesar 49 persen, dan dua cangkir teh menurunkan penyerapan sebesar 66 persen pada individu sehat.
Hal tersebut disebabkan karena teh memiliki dua senyawa alami yang dikatakan dapat menghambat penyerapan zat besi, yaitu tanin dan oksalat.
“Kabar baiknya, efek tersebut hanya terjadi pada zat besi non-heme, yang ditemukan dalam makanan nabati seperti buncis, kacang polong, sayuran berdaun hijau, dan kacang-kacangan,” jelas Dr. Lisa Watson.
Sedangkan zat besi heme atau zat besi yang berasal dari hewan, tidak terdampak oleh penurunan penyerapan yang disebabkan oleh tanin dan oksalat.
Namun, senyawa lain yaitu polifenol yang banyak memberikan khasiat dalam teh, juga mengikat zat besi dan mencegah tubuh menyerapnya.
Mengonsumsi teh pun sebaiknya setidaknya satu jam setelah makan agar tidak menurunkan penyerapan zat besi.
Atau, minumlah teh di sela-sela waktu makan bisa menjadi cara lain untuk mencegah tanin dan oksalat mengurangi penyerapan zat besi.
“Individu yang berisiko kekurangan zat besi, yaitu remaja, wanita hamil, vegetarian dan vegan, wanita menstruasi, dan orang tua, dianjurkan tidak mengonsumsi teh bersama makanan,” lanjutnya.
Selain teh, kopi juga menghambat penyerapan zat besi berdasarkan beberapa penelitian lain, dan memiliki sekitar setengah dari efek penghambatan zat besi oleh teh.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
