
LEBIH PEKA: Ketika anak remaja yang tadinya ceria tiba-tiba pendiam, ortu mesti tanggap. Temani dan beri dukungan. (Foto ilustrasi diperagakan model - Dite Surendra/Jawa Pos)
Penting bagi orang tua mengetahui kondisi fisik, karakter, kebiasaan, dan cara anak merespons lingkungannya. Tak lupa, menjadi pendengar yang baik bagi anak. Semua itu bisa menjadi modal bagi ortu untuk mengenali gejala awal depresi atau gangguan mental lainnya.
---
KETIKA anak mengalami masalah mental, pasti ada respons atau perilaku yang tidak seperti biasanya. ”Misalnya, anak yang ceria tiba-tiba pendiam, tadinya suka makan tiba-tiba mogok makan, menghindari tempat atau aktivitas yang disukai, sulit tidur, berat badan turun drastis, sakit perut, atau badan panas tanpa sebab,” ujar Cindy Adhianty Tupan SPsi MPsi Psikolog.
Tidak semua gejala tampak. Namun, jika anak mengalami beberapa gejala tersebut selama beberapa hari, ortu patut curiga. Perilaku dan kondisi yang menyerupai depresi belum tentu depresi. Yang perlu dilakukan adalah temani dan ajak anak mengobrol.
”Jika gejala tersebut muncul selama dua minggu berturut-turut, konsultasikan dengan profesional. Bila anak hanya menunjukkan keluhan fisik, segera ke dokter. Bila ada keluhan emosi, silakan ke psikolog anak,” tutur psikolog di Sanodoc Clinic tersebut.
Anak perlu mendapat pemeriksaan yang komprehensif sebelum penegakan diagnosis gangguan mental. Jika telah memiliki diagnosis, lanjutnya, ortu perlu berkonsultasi lebih lanjut terkait dengan latar belakang penyebab dan treatment yang sesuai.
”Sebagian besar orang dengan depresi didiagnosis saat berusia sekitar 26 tahun, tapi sebenarnya menunjukkan gejala jauh sebelumnya. Anak dan remaja dapat mengalami depresi sejak berusia 5 tahun,” jelas Cindy.
Umumnya, depresi disebabkan peristiwa traumatis, perlakuan orang tua atau keluarga, gangguan kesehatan, lingkungan pertemanan, atau secara genetik rentan gangguan mental.
Respons ortu akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan kognitif dan emosional anak. Bila disudutkan, anak bisa merasa tidak berharga.
”Ketika ortu dan keluarga mencintai anak tanpa syarat, memberi dukungan emosional di situasi sulit, dia dapat tumbuh menjadi pribadi yang teguh, mandiri, dan memiliki self-esteem yang baik,” tandasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
