Ilustrasi keluarga yang menghabiskan waktu bersama.
JawaPos- Keberadaan orang tua, bisa dibilang sebagai rumah atau wadah pertama bagi seorang anak dalam hal tumbuh kembang.
Pengasuhan orang tua pada anak, diyakini sebagai salah satu faktor terpenting yang membantu masa pertumbuhan anak-anak.
Fenomena ini nampaknya semakin massif dirasakan oleh warga Tiongkok. Dimana, negara ini telah mengalami perkembangan ekonomi yang pesat dan urbanisasi yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak reformasi dan kebijakan keterbukaan.
Namun dampak burunya, hal ini menjadi sebab banyak orang memutuskan untuk pindah ke pusat kota besar yang memiliki peluang kerja, dan meningalkan anak-anaknya.
Selain itu, pekerja migran biasanya tidak dapat memindahkan keluarganya ke kota karena adanya pemisahan kelembagaan antara daerah pedesaan dan perkotaan serta keterbatasan keuangan mereka sendiri.
Misalnya, sumber daya ekonomi orang tua tidak dapat mendukung kehidupan bersama anak-anak mereka di kota tujuan dimana mereka mencari peluang kerja yang lebih baik, orang tua terpaksa harus meninggalkan anaknya di kampung halaman dan meminta kerabatnya untuk menjaga anak tersebut.
Menurut penelitian National Library of Medicine (NLM) beberapa pakar dari Tiongkok melakukan penelitian terhadap dampak ketidakhadiran orang tua terhadap perkembangan anak. Menurut peneliti hal itu sebagai representasi anak tertinggal di Tiongkok.
Ketidakhadiran orang tua juga mempunyai dampak negatif yang signifikan terhadap hasil pendidikan jangka pendek dan jangka panjang anak-anak yang ditinggalkan.
Anak-anak yang tertinggal mempunyai nilai tes kognitif dan nilai tes akademis yang lebih rendah, dan mereka juga kecil kemungkinannya untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.
Kemungkinan lainnya yang akan terjadi akibat ketidakhadiran orang tua dapat mengakibatkan status mental anak menjadi kurang sehat dan mengurangi upaya anak di kelas.
Kehadiran ayah dan ibu tampaknya memiliki porsi yang berbeda dalam pengasuhan dan mendidik anak dalam penelitian tersebut. Pengaruh ketidakhadiran seorang ibu lebih signifikan dan berbahaya dibandingkan ketidakhadiran seorang ayah terhadap hasil akhir anak.
Salah satu alasan yang mungkin adalah bahwa seorang ayah mungkin menghasilkan lebih banyak uang daripada seorang ibu untuk meningkatkan investasi pendidikan, yang mungkin lebih besar daripada dampak berkurangnya waktu yang dihabiskan untuk belajar anak.
Alasan lain yang mungkin terjadi adalah peran ibu yang mengasuh anak dalam keluarga adat Tionghoa, namun ayah tidak ikut mengasuh anak. Meskipun begitu di peran mengasuh anak merupakan tanggung jawab orang tua.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
