Amarah yang Meledak Merupakan Salah Satu Sisi Gelap INFJ Saat Mengalami Stres dan Hari yang Buruk./ Sumber foto: freepik
JawaPos.com - INFJ merupakan salah satu dari 16 jenis kepribadian dalam tes MBTI (Myers-Briggs Type Indicator) dan dianggap sebagai tipe paling langka.
Sebagai informasi, seseorang dengan kepribadian INFJ disebutkan hanya ada sekitar 1-2% dari populasi dunia yang memiliki jenis kepribadian ini.
Sementara itu, singkatan kepribadian INFJ yakni merujuk pada Introverted (Introvert), Intuitive, Feeling, dan Judging.
Individu dengan kepribadian INFJ cenderung menjadi pengamat yang peka terhadap perasaan orang lain dan memiliki intuisi yang kuat tentang situasi dan individu tertentu.
Mereka adalah pemikir yang kritis dan memiliki perhatian yang besar terhadap nilai-nilai moral dan etika. INFJ sering kali memiliki imajinasi yang kreatif dan visi yang jauh ke depan, membuat mereka terinspirasi untuk menciptakan perubahan positif dalam dunia.
Meskipun mereka memiliki sisi sosial yang kuat, INFJ juga membutuhkan waktu untuk sendiri untuk merenungkan pikiran dan perasaan mereka. Karena memiliki berbagai keunikan, INFJ sering dianggap sebagai kepribadian yang langka dan sulit untuk dipahami oleh orang lain.
Dilansir dari Psychology Junkie pada Rabu (28/2), ketika seorang INFJ mengalami hari yang buruk, karakteristiknya yang kompleks dan dipenuhi dengan empati, bisa mengalami perubahan yang mengejutkan. INFJ, yang sering dikenal sebagai penyayang, introspektif, dan visioner, dapat menunjukkan sisi gelapnya saat berada dalam situasi yang penuh stres.
Dalam tekanan, INFJ cenderung mengisolasi diri dan berusaha untuk mengakses intuisi mereka, dan mencoba membentuk wawasan tentang apa yang akan terjadi, atau merumuskan rencana untuk masa depan.
Selain itu, INFJ merasa bahwa segalanya bergantung pada mereka dan bahwa mereka tidak bisa mengandalkan orang lain untuk membantu mereka. Mereka kesulitan untuk meminta bantuan, dan merasa bahwa orang lain hanya akan membuat segalanya menjadi lebih buruk.
Namun, ketika stres terus berlanjut, INFJ dapat mencapai titik "grip stress," di mana mereka mulai berperilaku secara tidak khas atau tidak seperti biasanya.
Selama masa "grip stress," INFJ dapat melakukan tindakan yang bertentangan dengan sifat aslinya. Mereka dapat mencoba meredakan stres dengan makan berlebihan, berolahraga, bersih-bersih, minum, atau mendengarkan musik dengan keras.
Dalam fase stres ini, INFJ tidak dapat mengakses intuisi mereka sebagaimana yang biasanya mereka lakukan. Mereka juga lebih reaktif dan ceroboh, dan kemarahannya dapat meledak secara tidak terduga. Keadaan ini biasanya membuat mereka merasa bingung dab berat, bahkan bisa mereka merasa seperti pengalaman yang diluar kendali.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Pemerintah Bakal Menata Guru, PGRI Sebut Ada Harapan Baru bagi Pendidikan Indonesia
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Ipswich vs Sunderland: The Black Cats Berpeluang Curi Poin di Portman Road
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Ribuan Ojol Hadiri Kopdar Kebangsaan Jaga Jakarta, Ada Perpanjangan SIM Gratis
