Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Februari 2024 | 01.15 WIB

Jangan Anggap Remeh! Berikut 8 Bahaya Orang yang Kurang Tidur, Ternyata Bisa Terjadi Penuaan Dini

Kinerja Otak Tidak Optimal saat Bekerja Akibat Kurang Tidur (inc.com) - Image

Kinerja Otak Tidak Optimal saat Bekerja Akibat Kurang Tidur (inc.com)

JawaPos.com - Para Gen Z atau milenial kali ini memang sering sekali merasakan tidur atau istirahat yang kurang.

Apalagi dengan banyaknya aktivitas diluar misalnya berangkat bekerja pagi hingga pulang larut malam.

Terkadang tidak langsung tidur tapi melanjutkan kembali pekerjaan kantor yang belum selesai.

Kurang tidur atau istirahat ternyata sangat berdampak bagi kesehatan tubuh.

Kurang tidur dapat memiliki dampak negatif yang signifikan pada kesehatan fisik, mental, dan emosional seseorang.

Dikutip dari beberapa sumber berikut adalah bahaya yang dapat timbul akibat kurang tidur:

1. Gangguan Kognitif: Kurang tidur dapat mempengaruhi kinerja kognitif, termasuk perhatian, konsentrasi, memori, dan kemampuan pengambilan keputusan.

Ini bisa menyebabkan penurunan produktivitas dan kesulitan dalam menyelesaikan tugas-tugas sehari-hari.

2. Gangguan Emosi: Orang yang kurang tidur cenderung lebih mudah marah, mudah tersinggung, dan mengalami perubahan suasana hati yang ekstrim.

Kurang tidur juga dapat meningkatkan risiko gangguan kecemasan dan depresi.

3. Penurunan Daya Tahan Tubuh: Tidur yang tidak mencukupi dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan risiko penyakit infeksi, dan memperpanjang waktu penyembuhan dari penyakit atau cedera.

4. Risiko Kesehatan Jangka Panjang: Kurang tidur secara konsisten telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, diabetes, obesitas, dan tekanan darah tinggi.

5. Kecelakaan dan Cedera: Orang yang mengalami kurang tidur cenderung mengalami penurunan respons motorik dan waktu reaksi yang lebih lambat, meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas dan cedera.

6. Penurunan Produktivitas: Kurang tidur dapat mengakibatkan penurunan kinerja di tempat kerja, absensi yang lebih tinggi, dan peningkatan kesalahan.

7. Gangguan Metabolik: Kurang tidur dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon, termasuk hormon yang mengatur nafsu makan (ghrelin dan leptin), yang dapat mengarah pada peningkatan berat badan dan risiko obesitas.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore