Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 25 Desember 2022 | 23.00 WIB

Well-Prepared Menjadi Ibu: Komitmen Seumur Hidup tanpa Cuti

MAIN AIR: Nadine dan Dhimas mendampingi Djiwa bermain air. (Nadine Chandrawinata untuk Jawa Pos) - Image

MAIN AIR: Nadine dan Dhimas mendampingi Djiwa bermain air. (Nadine Chandrawinata untuk Jawa Pos)

Menjadi ibu merupakan komitmen seumur hidup: 24 jam, 7 hari, seterusnya, tanpa cuti. Empat momseleb berikut, Nikita Willy, Nadine Chandrawinata, Bunga Jelitha, dan Felicya Angelista, berbagi cerita bagaimana menyiapkan diri dan terus belajar menjadi ibu terbaik untuk anak-anak mereka. Ibu bahagia, keluarga bahagia.

Nadine Chandrawinata: Bonding dengan Alam Sedini Mungkin


"ALAM adalah guru terbaik dalam hidupku," kata Nadine Chandrawinata. Prinsip itulah yang terus dibawa Nadine ke mana pun dia pergi. Tak terkecuali ketika dia menyandang status baru, yakni sebagai ibu dari Nadi Djiwa Anggara. Nadine dan sang suami, aktor Dimas Anggara, kompak dalam hal ini.

Mereka mengenalkan alam kepada putrinya sedini mungkin. Sejak dalam kandungan, Djiwa kerap diajak bertualang. Bahkan, saat hendak melahirkan Djiwa pun, founder dan executive director Seasoldier itu melakukan perjalanan road trip dari Jakarta menuju Bali bersama Dimas.

Djiwa dilahirkan di Bali. Nadine mendekatkan Djiwa dengan alam dimulai dari hal kecil. Misalnya dengan mengajak Djiwa mendengar suara hujan dan merasakan sinar matahari. Mengajaknya ke pantai, menginjakkan kaki Djiwa di atas rumput, hingga berenang.

’’Ke mana pun kita berada, kita akan dijaga oleh alam. Jadi, aku ingin dia punya bonding yang baik dengan alam. Lagi pula, alam itu tempat bermain yang paling murah, gratis bahkan,’’ tutur Puteri Indonesia 2005 itu.

Nadine dan Dimas sepakat, untuk membesarkan anak yang bahagia, orang tuanya harus bahagia. Keduanya juga kompak berbagi peran sehingga Nadine tidak merasa sendirian.

Nadine sering mengajak Djiwa bertemu banyak orang di berbagai tempat untuk mengasah indra kepekaannya. ’’Kami juga suka bawa Djiwa ke lokasi kerja aku dan Dimas. Walaupun dia belum ngerti, setidaknya dia tahu ada energi yang berbeda dengan di rumah,’’ katanya.

Hal itu membuahkan hasil. Djiwa tumbuh menjadi anak yang cepat beradaptasi di lingkungan baru. ’’Dia jadi bisa memilih mana yang nyaman atau tidak bagi dia, dan kami bisa tahu apa yang disenanginya,’’ ujar aktris yang turut bermain dalam film Bidadari-Bidadari Surga itu.

Nadine juga sebisa mungkin melibatkan Djiwa dalam berbagai kegiatan sehari-hari. Misalnya saat momen Natal ini, dia mengajak Djiwa menghias pohon Natal bersama. Nadine lalu menyelipkan boneka favorit Djiwa di antara pohon Natal. ’’Dia harus mulai terbiasa dengan suasana Natal, begitu pula Lebaran, Imlek, atau hari-hari besar lainnya,’’ pungkas Nadine. (adn/c17/nor) ’’ALAM adalah guru terbaik dalam hidupku,’’ kata Nadine Chandrawinata. Prinsip itulah yang terus dibawa Nadine ke mana pun dia pergi. Tak terkecuali ketika dia menyandang status baru, yakni sebagai ibu dari Nadi Djiwa Anggara. Nadine dan sang suami, aktor Dimas Anggara, kompak dalam hal ini.

Mereka mengenalkan alam kepada putrinya sedini mungkin. Sejak dalam kandungan, Djiwa kerap diajak bertualang. Bahkan, saat hendak melahirkan Djiwa pun, founder dan executive director Seasoldier itu melakukan perjalanan road trip dari Jakarta menuju Bali bersama Dimas.

Djiwa dilahirkan di Bali. Nadine mendekatkan Djiwa dengan alam dimulai dari hal kecil. Misalnya dengan mengajak Djiwa mendengar suara hujan dan merasakan sinar matahari. Mengajaknya ke pantai, menginjakkan kaki Djiwa di atas rumput, hingga berenang.

’’Ke mana pun kita berada, kita akan dijaga oleh alam. Jadi, aku ingin dia punya bonding yang baik dengan alam. Lagi pula, alam itu tempat bermain yang paling murah, gratis bahkan,’’ tutur Puteri Indonesia 2005 itu.

Nadine dan Dimas sepakat, untuk membesarkan anak yang bahagia, orang tuanya harus bahagia. Keduanya juga kompak berbagi peran sehingga Nadine tidak merasa sendirian.

Nadine sering mengajak Djiwa bertemu banyak orang di berbagai tempat untuk mengasah indra kepekaannya. ’’Kami juga suka bawa Djiwa ke lokasi kerja aku dan Dimas. Walaupun dia belum ngerti, setidaknya dia tahu ada energi yang berbeda dengan di rumah,’’ katanya.

Hal itu membuahkan hasil. Djiwa tumbuh menjadi anak yang cepat beradaptasi di lingkungan baru. ’’Dia jadi bisa memilih mana yang nyaman atau tidak bagi dia, dan kami bisa tahu apa yang disenanginya,’’ ujar aktris yang turut bermain dalam film Bidadari-Bidadari Surga itu.

Nadine juga sebisa mungkin melibatkan Djiwa dalam berbagai kegiatan sehari-hari. Misalnya saat momen Natal ini, dia mengajak Djiwa menghias pohon Natal bersama. Nadine lalu menyelipkan boneka favorit Djiwa di antara pohon Natal. ’’Dia harus mulai terbiasa dengan suasana Natal, begitu pula Lebaran, Imlek, atau hari-hari besar lainnya,’’ pungkas Nadine.

---

Photo

ANDALKAN FEELING: Nadine dan Dhimas mendampingi Djiwa menanam tumbuhan pertamanya. Banyak informasi bertebaran seputar pengasuhan, Nadine tidak ingin menjadi overthinking. (Nadine Chandrawinata untuk Jawa Pos)

PARENTING ANTISTRES ALA NADINE

• Mencari informasi seperlunya, tidak berlebihan. Sebab, Nadine tidak ingin menjadi overthinking. Jika terjadi sesuatu, dia mengandalkan informasi secukupnya dan feeling.

• Meminta dukungan dari keluarga. Tidak hanya suami, tapi juga ayah dan ibunya. Dengan begitu, Nadine tak merasa sendiri.

• Bergantian peran dengan suami. Saat Djiwa terbangun tengah malam, tidak harus Nadine yang menenangkan. Dimas pun bisa. Mereka juga membuat rutinitas bertiga. Salah satunya, memandikan Djiwa bersama-sama saat pagi.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore