Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 21 Februari 2024 | 22.10 WIB

Mata Sering Berkedut? Ketahui Penyebab, Penanganan, Hingga Cara Mencegahnya

Mata Sering Berkedut, Ketahui Penyebab, Penanganan, Hingga Cara Mencegahnya./Freepik - Image

Mata Sering Berkedut, Ketahui Penyebab, Penanganan, Hingga Cara Mencegahnya./Freepik

JawaPos.com - Mata berkedut merupakan fenomena di mana otot-otot di sekitar mata berkontraksi secara tak sadar, menyebabkan gerakan berkedip yang terasa seperti berkedip atau berkedut.

Ini merupakan reaksi alami tubuh yang umum terjadi dan biasanya tidak berbahaya. Mata berkedut bisa disebabkan oleh berbagai faktor.

Meskipun umumnya tidak perlu dikhawatirkan, mata berkedut yang terus-menerus atau berlangsung dalam jangka waktu yang lama bisa menjadi tanda masalah yang lebih serius dan memerlukan perhatian medis.

Dilansir dari Healthline pada Selasa (20/2), jenis-jenis kedutan pada mata dapat dikategorikan menjadi tiga tipe yang didasarkanfrekuensi, tingkat keparahan, dan penyebab yang mendasarinya.

Adapun tipe-tipe mata berkedut yakni sebagai berikut.

1. Myokymia
Myokymia merupakan istilah untuk kedutan kelopak mata yang muncul secara tiba-tiba dan sering kali memengaruhi bagian bawah mata. Ini merupakan kondisi umum dan jarang menunjukkan masalah serius.

Kedutan biasanya seperti tarikan lembut dan ringan. Namun, kadang-kadang Anda mungkin mengalami kedutan yang membuat kelopak mata atas dan bawah tertutup. Penyebabnya bisa bermacam-macam, seringkali karena faktor lingkungan, dan biasanya akan hilang setelah istirahat.

2. Blefarospasme
Kedutan terus-menerus pada kelopak mata bisa menunjukkan adanya blefarospasme esensial yang jinak, yaitu gangguan gerakan (distonia) yang memengaruhi kedua mata. Perempuan memiliki risiko 2,3 kali lebih tinggi untuk terkena dibandingkan laki-laki.

Biasanya, kondisi ini mencapai puncaknya pada saat seseorang berusia 50-70 tahun. Gejalanya bisa semakin buruk seiring waktu dan dapat menyebabkan penglihatan kabur, sensitivitas yang meningkat terhadap cahaya, serta kedutan di wajah.

3. Spasme Hemifasial
Kedutan kelopak mata yang hanya terjadi di satu sisi dapat menandakan adanya spasme hemifasial. Ini adalah gangguan saraf dan otot yang umumnya disebabkan oleh tekanan berlebihan dari pembuluh darah pada saraf wajah. Biasanya, gejala dimulai dengan kedutan yang terjadi sesekali pada kelopak mata.

Pada tahap selanjutnya, spasme hemifasial bisa memengaruhi semua otot di satu sisi wajah. Menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke, spasme hemifasial lebih sering terjadi pada wanita daripada pria. Kondisi ini juga lebih umum terjadi pada orang Asia.

Lalu, apa penyebab mata serinh berkedut?

Kedutan oada mata dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Namun, penyebab paling umum mata berkedut diantaranya sebagai berikut:

● Kelelahan atau kurang tidur
● Stres atau kecemasan
● Olahraga
● Konsumsi kafein
● Iritasi mata, ketegangan, atau goresan kornea
● Mata kering
● Zat iritan lingkungan, seperti angin, cahaya terang, atau polusi udara
● Sklerosis multipel
● Konsumsi alkohol
● Merokok atau paparan asap tembakau
● Obat-obatan, seperti topiramate, clozapine, dan flunarizine
● Sensitivitas terhadap cahaya
● Pembengkakan lapisan tengah mata Anda (uveitis)
● Peradangan pada kelopak mata Anda (blefaritis)
● Mata merah (konjungtivitis)
● Migrain

Saat mata berkedut, bagaimana cara menanganinya?

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore