Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 18 Februari 2024 | 16.05 WIB

Suka Berkebun! Jangan Lakukan 7 Kesalahan Ini Saat Menyiram Tanaman Sayur

Ilustrasi penyiram tanama di sekitar lingkungan rumah. (Foto Freepik)

kesalahan menyiram tanaman

JawaPos.com - Berkebun merupakan kegiatan bercocok tanam untuk menghasilkan tanaman yang bermanfaat sekaligus menyalurkan hobi. Ini bisa dilakukan di halaman belakang rumah, di taman atau kebun, atau bahkan di dalam pot.

Jenis dan tujuan berkebun dilakukan untuk berbagai tujuan, mulai dari menanam sayuran dan buah-buahan untuk kebutuhan konsumsi sendiri hingga menanam bunga hias untuk keindahan estetika.

Selain itu, berkebun juga bisa menjadi hobi yang menyenangkan dan bermanfaat untuk kesehatan mental karena dapat memberikan perasaan relaksasi dan kepuasan ketika melihat tanaman yang berhasil tumbuh dan berkembang.

Saat berkebun, menjaga tanaman agar tumbuh sehat dan subur merupakan hal yang penting. Namun, terkadang tanaman bisa mengalami masalah karena kesalahan dalam perawatan, terutama saat menyiram.

Dilansir dari Southern Living pada Sabtu (17/2), berikut merupakan 7 kesalahan yang perlu dihindari saat menyiram tanaman sayur agar tanaman sayur tetap sehat dan berkembang dengan baik.

1. Menyiram daun
Menyiram daun dapat memicu pertumbuhan hama dan penyakit pada tanaman. Sebaiknya, lakukan penyiraman di pangkal tanaman. Menyiram di pangkal tanaman mendorong pertumbuhan sistem akar yang sehat.

Setelah sistem akar terbentuk dengan baik, tanaman dapat lebih fokus pada perkembangan daun atau produksinya. Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menyiram tanaman sayur, yakni metode terbaik dengan menggunakan irigasi tetesan atau penyiraman yang ditujukan secara khusus pada pangkal tanaman.

2. Menyiram saat cuaca panas
Ketika menyiram tanaman saat cuaca panas, banyak air yang akan menguap dan tidak diserap oleh tanaman. Lebih baik menyiram tanaman sayur di pagi hari ketika suhu lebih sejuk atau sebelum cuaca berubah menjadi panas, sehingga tanaman lebih tahan terhadap panas ketika siang hari.

Selain itu, nenyiram tanaman sayur di pagi hari juga menjaga kelembaban tanah sehingga mendorong akar untuk tumbuh lebih dalam.

3. Tidak menggunakan alat ukur hujan
Tidak menggunakan alat ukur hujan dapat menimbulkan kesulitan untuk mengetahui kapan tanaman sayur butuh disiram lagi setelah hujan. Alat ukur hujan sangat berguna untuk memberi kita gambaran seberapa banyak air yang diterima tanaman kita.

Dengan alat ini, kita bisa tahu seberapa banyak hujan yang turun dalam satu periode waktu tertentu. Tetapi, jika tidak punya alat ukur hujan, masih ada cara lain untuk memeriksa kelembapan tanah dan memutuskan apakah tanaman butuh air atau tidak.

4. Tidak memeriksa kelembaban tanah
Untuk memeriksa kelembaban tanah, Anda dapat melakukan ini dengan cara menyelipkan jari ke dalam tanah di dekat tanaman, idealnya hingga kedua sendi jari Anda terendam oleh tanah. Rasakan kelembaban tanah pada kedalaman tersebut.

Jika terasa kering, itu menandakan bahwa lapisan atas tanah mungkin mulai mengering, dan kemungkinan perlu disiram. Namun, jika tanah terasa lembab, mungkin tidak memerlukan penyiraman segera. Dan jika terlalu basah, itu adalah tanda bahwa tanaman terlalu banyak air.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore