Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 3 Februari 2024 | 19.19 WIB

Tradisi Unik Makan Ikan saat Perayaan Imlek, Santap Ikan Bandeng hanya Ada di Indonesia

Pedagang menjual ikan Bandeng di Pasar Petak Sembilan, Jakarta, Rabu (10/2/2021). Salah satu bahan makanan yang biasa disajikan saat perayaan Imlek tersebut dijual Rp40 ribu per Kilogram.  Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com - Image

Pedagang menjual ikan Bandeng di Pasar Petak Sembilan, Jakarta, Rabu (10/2/2021). Salah satu bahan makanan yang biasa disajikan saat perayaan Imlek tersebut dijual Rp40 ribu per Kilogram. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

JawaPos.com–Menyantap hidangan saat hari raya Imlek menjadi hal yang paling ditunggu-tunggu oleh masyarakat Tionghoa di seluruh dunia. Selain kue keranjang, bebek panggang, mi, atau bahkan dumpling. Terdapat juga hidangan lainnya yang wajib ada saat perayaan Imlek, yaitu ikan.

Ikan sudah menjadi salah satu makanan khas Imlek yang dipercaya dapat membawa keberuntungan. Menikmati hidangan berbahan dasar ikan, dianggap bisa mendatangkan lebih banyak rezeki dan keberkahan.

Dalam tradisi orang Tionghoa yang tinggal di Indonesia, ikan bandeng selalu disajikan saat perayaan Imlek karena dianggap sebagai pembawa keberuntungan. Tetapi tahukah Anda, bahwa sesungguhnya budaya menyantap ikan bandeng saat Imlek hanya terjadi di Indonesia saja?

Dilansir dari laman Warisan Budaya Kemdikbud.go.id, menurut seorang sejarawan J.J. Rizal, ikan bandeng ini sebenarnya tidak ada dalam tradisi orang Tiongkok. Kendati demikian, warga keturunan Tionghoa di Jakarta menghidangkan bandeng saat Imlek. Hal itu berakar dari kultur Betawi sejak abad ke-17. Orang Betawi menyebut tahun baru Imlek dengan sebutan ‘Lebaran China’, sebagai bentuk penerimaan masyarakat Betawi terhadap Imlek.

Akulturasi dari budaya Betawi dan Tionghoa ini, ternyata sudah berlangsung lama sebelum kedatangan Belanda menjajah Indonesia. Tradisi ini pun akhirnya terjadi secara turun temurun saat tahun baru Imlek di Indonesia.

Pada zaman dahulu ada sebuah kepercayaan, dimana menantu perempuan memiliki kewajiban memberikan ikan bandeng kepada mertua saat Imlek. Jika tidak dilakukan, maka menantu tersebut dicap sebagai orang yang pelit.

Sebaliknya, jika mengirimkan bandeng yang berukuran besar maka menantu itu akan dibanggakan dan dianggap peduli kepada mertuanya.  Namun, kini kepercayaan tersebut sudah mulai pudar, ikan bandeng kebanyakan dibeli untuk dimakan bersama keluarga besar atau diberikan kepada orang.

Lalu, pernahkah terpikirkan mengapa harus ikan bandeng? Menurut sejarawan J.J. Rizal, hanya ikan bandeng lah yang mudah ditemukan dan hidup di perairan di sekitar pesisir Jakarta.

Selain itu, duri yang banyak pada ikan bandeng menyimbolkan kerumitan kehidupan manusia. Oleh karena itu, butuh kehati-hatian dalam menyantap ikan bandeng. Sama seperti manusia, yang harus melewati lika-liku kehidupan dengan berhati-hati supaya selamat.

Sementara di Tiongkok, saat tahun baru Imlek orang Tionghoa di sana biasanya menyantap tiga jenis ikan berikut yang dipercaya mendatangkan keberuntungan dan keberkahan.

  1. Ikan Mas

Dilansir dari China Highlight, sebagian masyarakat Tiongkok memilih ikan mas crucian sebagai hidangan khusus untuk perayaan Imlek. Ikan ini merupakan jenis ikan tawar yang berasal dari Tiongkok, dan kini telah dibudidayakan di Indonesia sejak abad ke-19.

Ikan mas crucian atau karper krusia ini dianggap membawa keberuntungan, karena huruf pertama dalam bahasa Mandarin dari ikan ini (jìyú 鲫鱼) memiliki huruf yang sama dengan bahasa Mandarin semoga beruntung (jí 吉).

  1. Ikan Lele

Bahasa Mandarin dari ikan lele adalah (niányú 鲶鱼), memiliki ucapan yang terdengar sama dengan keinginan yang lebih dari tahun ke tahun (nián yú 年余). Ketika menyantap hidangan lele saat tahun baru Imlek, dianggap dapat membawa harapan keberuntungan yang lebih di tahun tersebut.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore