Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 3 Februari 2024 | 18.54 WIB

Sering Muncul Saat Tahun Baru Imlek, Berikut Mitos-Mitos Populer di Perayaan Hari Besar Tionghoa 

 

Salah satu mitos Imlek./chinesenewyear.net

JawaPos.com – Tahun Baru Imlek, tak lepas dari beragam mitos dan kepercayaan yang sudah mengakar secara turun temurun.

Biasanya, mitos-mitos dan kepercayaan ini akan menyertai beberapa kebiasaan yang ada di Tahun Baru Imlek.

Itu sebabnya, ada banyak mitos dan pantangan yang terkait dengan Tahun Baru Imlek.

Dilansir dari Chinese New Year, Sabtu (3/2), berikut mitos-mitos yang kerap beredar saat Imlek dan cukup populer di masyarakat Tionghoa.

1. Monster dan Malam Tahun Baru

Pada zaman dahulu, ada monster bernama Nián (). Biasanya hidup di dasar laut dan muncul setahun sekali untuk memangsa hewan dan manusia. Pada hari ini, semua penduduk desa akan melarikan diri ke pegunungan.

Suatu tahun, seorang pengemis datang mencari perlindungan, tapi semua orang bergegas pergi. Hanya seorang wanita tua yang menerimanya dan dia berjanji akan mengusir Nian. Dia menyibukkan diri dengan mendekorasi rumah.

Pada tengah malam, Nian berjalan tertatih-tatih namun terhenti ketika melihat kertas merah di pintu. Saat ia meraung marah, petasan tiba-tiba berbunyi dan ia gemetar ketakutan. Ketika melihatnya pengemis berpakaian merah itu menertawakannya, Nian hanya bisa lari.

Penduduk desa kembali keesokan harinya dan terkejut karena semua rumah masih berdiri. Mereka menyadari bahwa suara keras dan warna merah adalah kriptonit milik Nian.

Inilah sebabnya, pada Malam Tahun Baru Imlek, keluarga-keluarga makan malam di rumah masing-masing yang dibentengi dekorasi berwarna merah. Pada tengah malam, petasan dibunyikan. Selain itu, orang-orang akan mengenakan pakaian merah yang baru dan meriah untuk merayakannya.

2. Roh Jahat dan Puisi

Salah satu dekorasi berwarna merah yang disukai masyarakat Tionghoa adalah puisi bait Festival Musim Semi (春联 / chūn lián). Mereka ditempel di kedua sisi kusen pintu. Dan Nian bukanlah satu-satunya monster yang diusir oleh puisi-puisi ini!

Lebih khusus lagi, mereka menjaga dari setan yang berkeliaran di dunia manusia pada malam hari untuk mencari masalah. Mereka harus kembali ke dunia bawah saat fajar menurut kepercayaan Tionghoa.

Dua (dekorasi) dewa menjaga pintu masuk, yang berada di bawah pohon persik raksasa. Setan apa pun yang menyakiti manusia pada malam hari akan ditangkap dan diumpankan ke harimau.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore