
Kepribadian orang dapat dilihat dari golongan darah menurut konsep Jepang Ketsuekigata (Penn Medicine)
JawaPos.com - Golongan darah seringkali dikaitkan dengan berbagai hal, termasuk sifat dan kepribadian seseorang. Namun, benarkah golongan darah bisa menentukan siapa diri kita sebenarnya berdasar kepribadian.
Dalam artikel ini dibahas mitos dan fakta seputar hubungan antara golongan darah dan sifat seseorang berdasarkan sudut pandang ilmiah. Klaim ini populer di beberapa negara seperti Jepang, namun tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat.
Penelitian ekstensif hingga saat ini tidak menemukan bukti signifikan yang menghubungkan golongan darah dengan sifat seseorang. Sifat dan kepribadian seseorang dipengaruhi oleh berbagai faktor kompleks, mulai dari genetika, lingkungan, pengalaman hidup, hingga pendidikan.
Penggolongan sifat berdasarkan golongan darah boleh saja populer, tapi sesungguhnya ini cuma mitos. Kecocokan antara tindakan kita dengan penggolongan darah bisa dijelaskan dengan istilah self-fulfilling prophecy artinya sesuatu yang kita perkirakan bisa benar-benar terjadi karena itulah yang kita harapkan. Tetapi kalau cuma mitos mengapa orang orang yang bergolongan darah memiliki sifat yang sama?
Nah, fenomena ini bisa dijelaskan dengan istilah confirmation bias artinya sebagai manusia kita cenderung suka mencari info yang bisa mendukung keyakinan kita. Misalnya kita percaya orang bergolongan darah A sangat disiplin. Kita jadi semakin yakin saat melihat pacar kita yang bergolongan darah A tidak pernah telat upacara hari Senin padahal di kelas dia sering lupa mengerjakan PR.
Selain itu, hubungan sifat dan golongan darah belum bisa dibuktikan secara ilmiah. Pada tahun 1927 penelitian tentang golongan darah dan kepribadian memang pernah dilakukan oleh profesor psikologi jepang yang bernama Takeji Furukawa.
Bagaimanapun penelitian ini dinilai kurang valid karena sara bermuatan politis. Setengah abad kemudian, terbitlah buku tentang golongan darah dan kepribadian Ketsuekigata Ningen-gaku (blood type humanics) yang ditulis oleh Masahiko Nomo.
Seorang jurnalis yang bahkan tidak punya latar belakang ilmu medis dan psikologi. Meski sebenarnya kurang valid, buku ini dipenuhi aneka data dan statiska yang menyakinkan.
Akhirnya golongan sifat berdasarkan golongan darah menjadi mendarah daging di masyakat Asia Timur. Jika orang Amerika suka membaca horscope, orang Indonesia suka membaca primbon, orang jepang punya ketsuekigata atau sifat berdasarkan golongan darah.
Bahkan di Jepang, golongan darah menjadi pedoman kecocokan untuk biro jodoh. Meski hubungan antara golongan darah dan sifat manusia masih menjadi topik diskusi, bukti ilmiah saat ini tidak mendukung klaim tersebut.
Kepribadian terbentuk melalui interaksi faktor-faktor kompleks dan tidak dapat ditentukan semata-mata oleh golongan darah. Perlu diingat, untuk menilai diri sendiri dan orang lain berdasarkan siapa mereka sebagai individu, bukan berdasarkan mitos yang tidak berdasar.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
