Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 Maret 2022 | 21.16 WIB

Kesedihan Model Ukraina di Paris Fashion Week Terpisah dari Keluarga

photo: ACIELLE / STYLE DU MONDE/VOGUE - Image

photo: ACIELLE / STYLE DU MONDE/VOGUE

JawaPos.com - Model Ukraina Pasha Harulia saat ini terpisah dengan keluarganya. Ia dan suaminya saat ini berada di Paris meski ajang Paris Fashion Week sudah usai pada 8 Maret lalu. Akan tetapi, Pasha Harulia tak bisa pulang. Keluarganya masih berada di penampungan Kyiv, Ukraina.

Ia telah menjadi model landasan pacu (runway) sejak dia berjalan untuk pertunjukan musim semi 2018 Prada. Musim ini, Harulia berjalan secara eksklusif untuk Miu Miu. Harulia, yang dibesarkan di Krimea dan keluarganya sekarang tinggal di Kyiv, telah menghadiri segala protes unjuk rasa di Paris hampir setiap hari untuk mendukung negara asalnya selama invasi Rusia.

"Ya, setiap anggota keluarga saya, kecuali suami saya, yang ada di Paris bersama saya. Saya tinggal di Kyiv hampir sepanjang waktu, jadi seluruh keluarga saya ada di sana. Keluarga saya telah berada di tempat penampungan selama tujuh hari terakhir," katanya.

"Tepat sebelum perang dimulai, saya mengetahui bahwa saya dikonfirmasi untuk menjadi model eksklusif Miu Miu, yang membebaskan saya dari semua casting. Saya memiliki komunitas Ukraina di Paris yang bekerja di industri fashion, dan semua orang merasakan hal yang sama. Sangat sulit untuk fokus dan melakukan pekerjaan Anda saat situasi begini," katanya seperti dilansir dari Vogue, Kamis (10/3).

Ia terus bergabung dengan para pengunjuk rasa sesama warga Ukraina. Dan ia tak sendirian karena ada suami yang juga menderita.

"Syukurlah, kami berada di negara yang hebat untuk memprotes. Orang-orang di sini tahu cara memprotes. Dan itu membuatku sangat bahagia. Banyak orang peduli dan menunjukkan dukungan kepada kami," ungkapnya.

Fotonya sempat viral saat ia protes di depan kedutaan Rusia. Ia terkejut ketika Rusia menembakkan rudal di Kyiv.

"Itu sama sekali bukan kejutan. Kami berpikir bahwa cepat atau lambat, masalah ini akan segera berakhir, dan kami semua akan merasakan konsekuensinya," katanya.

Menurutnya fashion adalah suatu keharusan. Dan ia mengerti bisnis dan Rusia adalah pasar yang besar.

"Tapi apakah Anda ingin mendukung penjahat perang? Ada mayat tergeletak di pinggir jalan di sana. Dan ini harus diprotes," ungkapnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore