
photo: ACIELLE / STYLE DU MONDE/VOGUE
JawaPos.com - Model Ukraina Pasha Harulia saat ini terpisah dengan keluarganya. Ia dan suaminya saat ini berada di Paris meski ajang Paris Fashion Week sudah usai pada 8 Maret lalu. Akan tetapi, Pasha Harulia tak bisa pulang. Keluarganya masih berada di penampungan Kyiv, Ukraina.
Ia telah menjadi model landasan pacu (runway) sejak dia berjalan untuk pertunjukan musim semi 2018 Prada. Musim ini, Harulia berjalan secara eksklusif untuk Miu Miu. Harulia, yang dibesarkan di Krimea dan keluarganya sekarang tinggal di Kyiv, telah menghadiri segala protes unjuk rasa di Paris hampir setiap hari untuk mendukung negara asalnya selama invasi Rusia.
"Ya, setiap anggota keluarga saya, kecuali suami saya, yang ada di Paris bersama saya. Saya tinggal di Kyiv hampir sepanjang waktu, jadi seluruh keluarga saya ada di sana. Keluarga saya telah berada di tempat penampungan selama tujuh hari terakhir," katanya.
"Tepat sebelum perang dimulai, saya mengetahui bahwa saya dikonfirmasi untuk menjadi model eksklusif Miu Miu, yang membebaskan saya dari semua casting. Saya memiliki komunitas Ukraina di Paris yang bekerja di industri fashion, dan semua orang merasakan hal yang sama. Sangat sulit untuk fokus dan melakukan pekerjaan Anda saat situasi begini," katanya seperti dilansir dari Vogue, Kamis (10/3).
Ia terus bergabung dengan para pengunjuk rasa sesama warga Ukraina. Dan ia tak sendirian karena ada suami yang juga menderita.
"Syukurlah, kami berada di negara yang hebat untuk memprotes. Orang-orang di sini tahu cara memprotes. Dan itu membuatku sangat bahagia. Banyak orang peduli dan menunjukkan dukungan kepada kami," ungkapnya.
Fotonya sempat viral saat ia protes di depan kedutaan Rusia. Ia terkejut ketika Rusia menembakkan rudal di Kyiv.
"Itu sama sekali bukan kejutan. Kami berpikir bahwa cepat atau lambat, masalah ini akan segera berakhir, dan kami semua akan merasakan konsekuensinya," katanya.
Menurutnya fashion adalah suatu keharusan. Dan ia mengerti bisnis dan Rusia adalah pasar yang besar.
"Tapi apakah Anda ingin mendukung penjahat perang? Ada mayat tergeletak di pinggir jalan di sana. Dan ini harus diprotes," ungkapnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
