
ilustrasi pakai handphone di pagi hari. Sumber foto: Freepik
JawaPos.com – Sebagian orang langsung mencari handphone di pagi hari, meski alasannya beda-beda seperti memeriksa notifikasi pekerjaan, pesan pribadi, hingga mengetahui berita terkini.
Namun, jika rutinitas ini berubah menjadi kebiasaan yang sulit dihentikan justru bisa mengindikasikan timbulnya kecanduan.
Orang sulit menghindarinya karena menelusuri media sosial di pagi hari memicu pelepasan dopamin, hormon perasaan senang. Hal ini membuat otak sulit untuk mencegah kebiasaan tersebut.
Sebuah studi dari International Data Corporation mengungkapkan 80 persen pengguna ponsel memeriksa perangkat mereka dalam 15 menit pertama setiap pagi.
Dikutip JawaPos.com dari Healthshots, Kamis (28/12), psikiater Jyoti Kapoor menjelaskan mengapa screen time di pagi hari berdampak buruk bagi kesejahteraan.
Paparan berbagai informasi dan pemberitahuan setelah bangun tidur dapat menimbulkan rasa terdesak dan stres.
“Pembaruan terus-menerus tentang pekerjaan, media sosial, atau berita dapat berkontribusi pada perasaan tertekan sehingga menciptakan suasana stres pada hari itu,” kata Kapoor.
Menggunakan ponsel sebelum tidur dan setelah bangun dapat mengganggu siklus tidur. Cahaya biru yang dipancarkan layar mengganggu produksi melatonin membuat lebih sulit tertidur dan berpotensi menyebabkan gelisah di malam hari.
Memeriksa handphone segera setelah bangun tidur dapat menghambat fungsi kognitif. Alih-alih membiarkan otak bersantai secara alami sepanjang hari, membombardirnya dengan informasi secara langsung dapat mengganggu proses bangun dan waspada sepenuhnya.
Menatap layar yang terang dalam waktu lama terutama di pagi hari saat mata masih menyesuaikan diri dengan cahaya dapat membuat mata lelah. Hal ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan, sakit kepala, dan mata kering sehingga berdampak pada kesehatan penglihatan secara keseluruhan.
“Konektivitas konstan yang ditawarkan handphone dapat menimbulkan gangguan,” jelas Kapoor.
Alih-alih berfokus pada tugas yang perlu diselesaikan pada pagi hari, seseorang mungkin terjebak dalam email, media sosial, atau aktivitas online lainnya sehingga menunda dan memperlambat produktivitas.
Meskipun mungkin tampak berlawanan dengan intuisi, memulai hari dengan menelusuri ponsel dapat memperlambat rutinitas pagi. Waktu yang dihabiskan di depan perangkat bisa dimanfaatkan untuk aktivitas seperti olahraga, meditasi, atau sarapan bergizi.
“Jika sibuk dengan interaksi online atau urusan pekerjaan, seseorang mungkin melewatkan momen-momen bermakna bersama anggota keluarga atau pasangan menyebabkan perasaan terputus,” papar Kapoor.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
