Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 17 Oktober 2021 | 17.27 WIB

Tenun Fashion Week Jadi Bukti Bangga Pakai Ulos dan Kain Nusantara

Memperingati Hari Ulos Nasional 2021 pada 17 Oktober, sebanyak 45 komunitas unjuk gigi dalam Tenun Fashion Week. (Zoom) - Image

Memperingati Hari Ulos Nasional 2021 pada 17 Oktober, sebanyak 45 komunitas unjuk gigi dalam Tenun Fashion Week. (Zoom)

JawaPos.com - Memperingati Hari Ulos Nasional 2021 pada 17 Oktober, sebanyak 45 komunitas unjuk gigi dalam Tenun Fashion Week. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan kain Ulos ke pasar internasional.

Tobatenun juga akan berpartisipasi dalam Tenun Fashion Week secara virtual pada 15-17 Oktober 2021. Pagelaran ini menampilkan 45 komunitas tenun yang berpartisipasi dari Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Filipina, Thailand dan Vietnam. Dalam Tenun Fashion Week, Tobatenun akan membawa dua lini produknya yaitu Tobatenun dan BORU.

Dalam ajang itu akan ditampilka koleksi revitalisasi ulos lawas yang juga menjadi koleksi pertama untuk distribusi di platform yang hadir dalam motif Ragi Hotang, Ragi Idup, dan Tumtuman. Sementara itu untuk produk Boru akan menampilkan koleksi ready to wear 'Sindar' yang merupakan hasil kerja sama desainer muda dan berbagai UKM dan pengrajin dari Siantar, Yogyakarta, dan Jepara.

“Semakin banyaknya pihak yang terlibat dalam pelestarian dan pengembangan ekosistem wastra nusantara, khususnya ulos, kami optimis bahwa wastra nusantara dapat menjadi tuan di negerinya sendiri, bahkan dapat dinikmati di pasar yang lebih luas," kata Founder dan CEO PT Toba Tenun Sejahtra, Kerri Na Basaria, dalam keterangan virtual baru-baru ini.

Ia berharap dalam memberdayakan perajin dan berbagai aktivitas sosial lain dapat memberikan dampak yang luas bagi para penenun untuk memberikan harapan bagi mereka mendapatkan masa depan yang lebih baik. Hal itu disampaikannya dalam kampanye budaya tema 'Bangga Bertenun Bangga Berbudaya'.

"Upaya kami untuk menjangkau publik agar dapat memahami Ulos sebagai produk budaya dan ekonomi, dan meningkatkan kesadaran konsumen untuk semakin bangga buatan Indonesia," jelas Kerri Na Basaria, Founder.

Bupati Kabupaten Dairi, Sumatera Utara Eddy Keleng Ate Berutu, mengatakan, semangat bangga bertenun bangga berbudaya merupakan dorongan bagi kita semua untuk bersama melestarikan wastra budaya nusantara. Pemerintah Kabupaten Dairi telah melakukan upaya untuk mendorong dan meningkatkan keberlangsungan industri kerajinan dan kreatif, termasuk pelestarian dan pengembangan Ulos.

"Berbagai strategi telah dilakukan antara lain pemberian stimulus kepada UMKM dan koperasi, pelatihan dan pendampingan bagi UMKM untuk peningkatan kualitas produksi dan pemasaran," jelasnya.

"Kami optimis dengan semakin banyak pihak yang peduli terhadap kelestarian budaya sehingga dapat dinikmati secara luas di pasar mancanegara dan dapat mendorong ekonomi kreatif khususnya di masyarakat kabupaten Dairi," ungkapnya.

Gunakan Warna Alam

Tidak hanya fokus untuk memperkuat eksosistem kain Ulos dan para pelakunya, Tobatenun juga berkomitmen untuk menggunakan pendekatan ramah lingkungan dalam proses produksi dan penciptaan karya. Untuk meningkatkan pemahaman publik tentang pentingnya menggunakan produk berkualitas yang ramah lingkungan, Tobatenun juga secara konsisten memberikan edukasi kepada pasar mengenai nilai berkelanjutan pada industri fashion.

Tobatenun mendorong perajin untuk menerapkan metode pembuatan tenun yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dengan mengutamakan prinsip berkelanjutan. Para penenun binaan, menggunakan benang serta pewarna alami dalam pembuatan Ulos.

Untuk itu Tobatenun bersama instruktur pewarnaan alam terus melakukan pembinaan dan pelatihan mengenai pemanfaatan pewarna alam untuk tekstil kepada para artisan Ulos. Ini adalah bagian dari kontribusi Tobatenun untuk meminimalisir pencemaran lingkungan dengan memanfaatkan pewarna alam.

Ketua Perkumpulan Warna Alam Indonesia Myra Widiono mengatakan Warlami merupakan organisasi yang memiliki misi untuk menggerakan upaya peningkatan kualitas zat pewarna alam dan serat alam Indonesia dengan sumber yang berkelanjutan. Sehingga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan industri kriya, termasuk mode.

"Kami terus berupaya untuk mempopulerkan pewarna alam dan serat alam untuk penguatan pasar dan produk sehingga dapat tercipta produk ramah lingkungan yang berkesinambungan," kata Myra.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore