Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 Mei 2021 | 17.22 WIB

Asal Mula Baju Batik Rancangan Ridwan Kamil yang Dipakai Anggota Suju

Anggota Super Junior mengenakan baju batik rancangan Ridwan Kamil. iNSTAGRAM RIDWAN KAMIL - Image

Anggota Super Junior mengenakan baju batik rancangan Ridwan Kamil. iNSTAGRAM RIDWAN KAMIL

JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membuat heboh followers-nya karena beberapa anggota Super Junior mengenakan kemeja batik rancangannya. Kemeja batik itu dibuat dari motif hasil desain tangan sang Gubernur dan diproduksi oleh rumah batik lokal Rumah Batik Komar adal Bandung.

Dalam postingannya, Kang Emil, sapaan sang Gubernur, mengungkapkan bahwa anggota Super Junior terlihat lebih keren dengan batik lokal. Menurutnya ini bagian dari upaya diplomasi budaya dan membuat batik mendunia.

"Thank you KPop stars @xxteukxx and @yesung1106 of @superjunior for wearing West Java Batik @batikkomar that I designed. You are now officially ready for 'pergi kondangan' or 'ikut pilkada' in Indonesia. Khamsahamnida from your Hyung," katanya dalam postingannya baru-baru ini.




 










Lihat postingan ini di Instagram























 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Ridwan Kamil (@ridwankamil)






Lalu bagaimana cerita awal mulanya kerja sama tersebut?

PR Rumah Batik Komar Recksha Ferdha H menjelaskan, batik yang digunakan oleh anggota Super Junior itu merupakan batik yang diproduksi oleh kami (Rumah Batik Komar). Desainernya adalah Ridwan Kamil. Nama batiknya itu sendiri adalah Garuda Kujang Kencana.

"Motif itu sendiri didesain ketika beliau masih menjabat sebagai walikota Bandung," katanya saat dikonfirmasi JawaPos.com, Rabu (26/5).

Menurutnya, Kang Emil sudah beberapa kali produksi motif tersebut di Rumah Batik Komar. Dan memang kebiasaan Kang Emil, lanjutnya, dari awal batik tersebut diproduksi sebagai cendera mata.

"Awalnya sebagai souvenir untuk anggota di Gedung Sate, hingga menjadi kebiasaan menggunakan batiknya setiap ada kunjungan kerja ke berbagai daerah hingga negara," ungkapnya.

"Kami sangat berterima kasih kepada beliau karena tetap giat mengenakan sekaligus mempopulerkan batik di era Pandemi ini khususnya," paparnya.



 










Lihat postingan ini di Instagram























 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Yesung (@yesung1106)






Menurutnya, proses pembuatan batik itu sebenarnya tergantung berapa warna yang diinginkan. Karena, semakin banyak warna akan semakin lama waktu yang dibutuhkan.

"Cuma kalau sesuai yang digunakan oleh member itu paling tidak 2 minggu untuk 1 potong kain," jelasnya.

Bahan yang digunakan adalah katun primissima, merupakan bahan yang bagus dan halus untuk dibuat batik. Untuk total stoknya sendiri berupa bahan (belum jadi kemeja atau lainnya).

"Jadi kalau mau ya bisa custom juga untuk warna dan segala macamnya," katanya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore