Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 31 Desember 2018 | 14.05 WIB

Selain Cinta, Ini 3 Alasan Kuat Seseorang Maafkan Pelaku Selingkuh

Merasa dibohongi oleh orang yang dicintai seolah tak ada ampun lagi. Tapi, masih ada orang-orang yang memberikan toleransi untuk memaafkan perselingkuhan. - Image

Merasa dibohongi oleh orang yang dicintai seolah tak ada ampun lagi. Tapi, masih ada orang-orang yang memberikan toleransi untuk memaafkan perselingkuhan.

JawaPos.com - Pengkhianatan oleh pasangan tentu hal paling menyakitkan. Merasa dibohongi oleh orang yang dicintai seolah tak ada ampun lagi. Tapi, masih ada orang-orang yang memberikan toleransi untuk memaafkan sang pelaku selingkuh.


Tentu mereka yang masih memaafkan itu punya alasan kuat. Selain masih cinta, pasti ada alasan lainnya. Marah, sedih, dan kecewa pasti bercampur jadi satu untuk semua para korban. Dilansir dari YourTango, Minggu (30/12), ada tiga alasan kuat mengapa seseorang yang melakukan selingkuh masih berhak mendapatkan maaf.


1. Maaf dan Kepercayaan


Cobalah bicara hati ke hati dengan pasangan. Dengarkan kesungguhan di balik kata maaf yang terucap dari dirinya. Adakah kesungguhan atau hanya basa-basi.


Cari tahu makna kata maaf dari dalam hatinya. Itu semua bisa dirasakan dengan hati dan firasat. Setiap orang berhak dapat kesempatan kedua. Berikan kepercayaan kepadanya sekali lagi disertai komitmen yang kuat. Sebab trauma perselingkuhan tak akan lepas dari ingatan begitu saja.


2. Memaafkan Bisa Redam Emosi


Dalam semua kekacauan dan kebingungan, mudah untuk melupakan (atau terjebak dalam emosi), pengampunan adalah penyembuhan hati. Yakinkan hati dan pasangan bahwa peristiwa itu tak akan terjadi lagi.


Memaafkan adalah tentang memperbaiki kesalahan masing-masing dan saling introspeksi. Lupakan semua masa lalu dan tata kembali hubungan lebih baik.


3. Sabar dan Ingat Masa Bahagia


Sabar dan memahami apa kesalahan masing-masing. Memaafkan berusaha untuk tetap mengikuti perasaan Anda. Memang dia salah. Akan tetapi ketika dia jujur dan terbuka, itu menjadi keputusan seseorang apakah kesalahannya bisa diampuni atau tidak.


Cobalah ingat masa bahagia yang telah dilalui berdua. Coba melihat kalau kebahagian tersebut bisa diraih kembali.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore