Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Maret 2019 | 21.25 WIB

Intip Furnitur Outdoor dengan Teknologi Serat Anyam Berbasis Polimer

Booth Viro dan Rehau di IFEX 2019, JIExpo Kemayoran, Jakarta, Senin (11/3) - Image

Booth Viro dan Rehau di IFEX 2019, JIExpo Kemayoran, Jakarta, Senin (11/3)

JawaPos.com - Indonesia tak hanya kaya akan alam, tapi juga dipenuhi dengan masyarakat kreatifitas yang tinggi. Salah satunya outdoor furniture dari anyaman. Biasanya produk outdoor ini diminati oleh pemilik usaha/pembuat furnitur  hotel, resort, atau cafe baik dari dalam maupun luar negeri.


Produk anyaman berkualitas bisa didapat dari bahan non alam yaitu berbasis polimer. Karena bahan tersebut sudah sejak dulu dipercaya punya daya tahan yang cukup lama.


Salah satu pemasok serat anyam berbahan dasar polimer yang sudah ada sejak tahun 1998 adalah perusahaan PT Polymindo Permata sebagai pemegang merek Viro. Sebagai perusahaan yang cukup lama dikenal di dunia properti termasuk furnitur, Viro sudah membuktikan bahwa serat anyam terbuat dari polimer punya karakteristik yang ramah lingkungan.


"Viro sebenarnya berasal dari kata 'environment' yang berarti lingkungan, kita sudah memproduksi produk ramah lingkungan sejak sebelum ada isu lingkungan, produk ini fokus di recyclable, durable (produk berumur panjang), produk non toxic yaitu bahan-bahan aman untuk kontak dengan manusia karena pembuatannya tidak menggunakan logam berat," kata Johan Yang  Executive Vice President, PT Polymindo Permata.


Ia mengatakan bahwa produk berbahan dasar polimer bisa digunakan sangat lama hingga 10 tahun. Kemudian setelah masa ketahanan produk anyam ini berakhir, masih dapat didaur ulang menjadi macam-macam produk lain.


Banyak orang mengira, bahan furnitur serat anyam ini terbuat dari rotan. Karena furnitur berbahan dasar polimer memang bisa menyerupai produk alam namun tetap bertanggung jawab terhadap lingkungan.


Kelebihan polimer dibanding rotan adalah tahan cuaca, warna tidak mudah berubah, tahan air, dan mudah dicuci. Sehingga memang cocok untuk disimpan di luar tanpa harus diamankan di dalam ruangan ketika cuaca tidak mendukung.


Sedangkan furnitur berbahan dasar rotan biasanya sering dipakai untuk furnitur dalam ruangan karena kurang tahan dengan cuaca.


Polimer bisa dibuat sedemikian rupa dari segi tekstur, kelenturan, warna, bentuk, dimensi. Motif atau bentuk serat anyam dibuat sesuai dengan kebutuhan konsumen.


Dimana mereka akan menyerahkan kembali pada para pengrajin untuk membuat beragam bentuk kursi, meja, dan berbagai bentuk furnitur lain dari anyaman yang berbeda-beda. "Setiap daerah di Indonesia punya kekhasan teknik anyamnya sendiri, seperti Lombok punya anyam susun lilit dengan look yang unik, kemudian Cirebon juga memiliki teknik yang berbeda," tambah Johan Yang,  Executive Vice President, PT Polymindo Permata, ketika ditemui di acara  IFEX 2019, JIExpo Kemayoran, Jakarta, Senin (11/3) .


Perawatan furnitur berbahan dasar polimer sangatlah mudah, cukup dibersihkan dengan penyemprotan biasa memakai selang atau jika ingin menggunakan sabun, pakailah sabun yang aman seperti sabun khusus cuci tangan.


Untuk menciptakan sebuah inovasi dan teknologi terbaru, merek Viro khususnya divisi Virofiber (khusus memegang serat anyam furnitur) telah berkolaborasi dengan perusahaan polimer asal Jerman bernama Rehau (pemegang produk Raucord). Awalnya kedua perusahaan ini berkompetisi untuk menciptakan sebuah produk furnitur dengan masing-masing karakteristik yang berbeda.


Rehau memiliki karakteristik produk yang colorful dengan fabric tekstur. Sementara Viro memiliki karakteristik natural organic look yang memiliki tekstur lebih kasar.


Dari kolaborasi ini mereka saling bertukar dan menggabungkan teknologi untuk inovasi produk kedepannya. Diharapkan melalui kerjasama ini dapat membuka kesempatan-kesempatan baru dalam menemukan formula baru untuk pengembangan bahan furnitur berbasis polimer yang dapat menjawab perkembangan jaman, termasuk produk yang lebih ramah lingkungan, lebih kompetitif, dan tentunya berkualitas tinggi.


Untuk saat ini, produk Rehau dan Virofiber tetap dapat diperoleh bagi konsumen Indonesia dan dunia. Produk Rehau dan Virofiber telah hadir di dalam satu booth di ajang Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2019, JIExpo, Kemayoran, Jakarta. Mereka akan ada selama acara IFEX 2019 berlangsung dari 11 - 14 Maret 2019.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore