Ilustrasi lingkungan kerja toxic. (Canva)
JawaPos.com - Seiring dengan perkembangan zaman, setiap perusahaan memiliki kualifikasi pekerjaanya masing-masing dengan menyesuaikan output yang hendak dicapai. Namun, acapkali lingkungan kerja yang terlalu menekan bisa membuat para pekerja menjadi tidak nyaman.
Bahkan terkadang kompetisi di sebuah perusahaan akhirnya menciptakan suasana kerja serta membentuk pembentukan lingkungan yang toxic. Padahal lingkungan kerja yang toxic akhirnya juga akan mendorong banyaknya pekerja yang memilih keluar atau memunculkan kerugian lainnya.
Lingkungan toxic sejatinya dapat diartikan sebagai sebuah kondisi yang membuat para pekerja merasa terhukum, tertolak, merasa bersalah, atau bahkan merasa malu sehingga membuat mereka menjadi tidak nyaman.Dalam tulisan ini, dijabarkan sepuluh tanda lingkungan kerja yang toxic dan lebih baik dijauhi guna menjaga kesehatan mental ataupun jasmanimu, dikutip dari Tech Target.
1. Tidak ada ruang untuk kesalahan
Salah satu tanda lingkungan yang tidak sehat adalah larangan keras untuk melakukan kesalahan. Padahal sebagai seorang manusia, kesalahan merupakan hal yang umum dan lumrah. Namun, pada lingkungan toxic seseorang akan dituntut untuk selalu sempurna.
Tidak hanya kesempurnaan, kantor yang tidak baik juga sering menyalahkan berbagai kesalahan pada pegawainya, sehingga membuat para pekerja menjadi takut untuk gagal ataupun melakukan kesalahan. Hal itu kemudian membuat seseorang tidak berani keluar dari zona nyamannya, yang lantas merugikan timnya.
2. Tidak saling percaya satu sama lain
Sebagai akibat dari dorongan untuk menjadi sempurna, kadang kala para pekerja akhirnya menaruh kecurigaan antara satu dengan lainnya. Hal tersebut karena mereka terlalu merasa waspada dan tidak saling percaya.
Biasanya para atasan akan memasang mata elang mereka dan membuatmu tidak nyaman karena dimonitori secara terus menerus. Padahal kondisi ketidak percayaan tersebut malah akan menciptakan rasa tidak percaya diri bagi para pegawai karena mereka meragukan kemampuan yang dimiliki.
3. Peran Pekerjaan yang membingungkan
Peran pekerjaan yang tidak jelas dan tumpang tindih antara satu sama lain juga menjadi tanda sebuah lingkungan sudah tidak lagi baik untuk ditinggali. Umumnya kondisi kebingungan ini didorong oleh disfungsionalisme yang ada di suatu perusahaan.
Tidak hanya memperlambat penyelesaian pekerjaan, peran tidak jelas juga berpotensi menciptakan konflik antar pegawai, karena pekerjaan mereka mungkin saja bertubrukan. Dengan demikian untuk mencegah hal tersebut, dapat dilakukan dengan membuat pola jelas tiap peran yang ada.
4. Meningkatkan tingkat stress seseorang

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
