
Masker biasanya mengandung bentonite clay yang mampu menyerap kelebihan sebum di kulit wajah.
JawaPos.com – Kulit wajah yang sehat dan cantik memang perlu dirawat secara rutin menggunakan produk skin care yang sesuai. Namun sayangnya, ketika sudah memakai skin care tapi kondisi kulit wajah tidak mengalami perbaikan. Bahkan ada kondisi kulit wajah yang menjadi lebih burn out sesuai menggunakan skin care. Aapa penyebabnya?
Diungkapkan Dokter Kulit dr. Claudia Christin, kondisi kulit wajah yang tidak mengalami perbaikan meski sudah menggunakan skin care memang dipengaruhi beberapa hal. Pertama, banyaknya skin care di pasaran memang menggoda untuk dicoba. Sayangnya, para pengguna skin care ini tidak memilih produk sesuai dengan jenis kulitnya. Padahal, sangat penting untuk ‘mendengarkan kulit’.
“Tren skin care itu cepet banget, dan pengen coba-coba padahal itu produk tidak sesuai dengan kebutuhan kulit,” ujar dr. Claudia saat peluncuran Fitur Expert Review di SOCO Beauty Super App baru-baru ini.
Lalu kesalahan kedua tidak menggunakan sesuai anjuran. Kebiasaan buruk yang sering dilakukan pengguna skin care adalah tidak menggunakannya sesuai aturan.
Misalnya seperti penggunaan sunscreen. Harusnya dipakai sebanyak dua jari tangan tapi hanya sedikit-sedikit. Ini bisa memengaruhi hasilnya pada kulit.
Ketiga tidak konsisten. Biasanya, karena ingin kulit wajah yang glowing, pengguna sangat antusias di awal penggunaan skin care. Tapi hanya digunakan beberapa hari. “Nah, kebiasaan seperti itu salah tapi ingin hasil yang instan,” sambungnya.
Untuk, boleh saja mengikuti perubahan tren skin care di pasaran, tapi tetap mengutamakan yang sesuai dengan kebutuhan dan jenis kulit.
Jangan Malas Baca Review Produk Skin Care
Menurut dr. Claudia, kesalahan memilih dan menggunakan skin care bisa diminimalisasi dengan rajin membawa review. Terutama yang berasal dari ahli.
Usahakan cari review yang mengulas masalah kulit yang sama atau mendekati. Setelah ada kecocokan jenis kulit, maka produknya pun bisa dicari tahu.
“Jadi sebelum membaca review pun harus paham dulu jenis dan masalah kulitnya, setelah itu baru cari produk yang sesuai,” paparnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
