
Presiden IFW Poppy Dharsono. Foto: Miftahulhayat/ Jawa Pos
JawaPos.com - Setiap 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional. Batik tak hanya dipakai untuk acara resmi tetapi juga bisa untuk kegiatan sehari-hari. Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk merayakan Hari Batik Nasional?
Desainer Fashion Poppy Dharsono dari Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) mendorong semua orang ramai-ramai memakai batik saat Hari Batik Nasional. Dan tak asal batik, tentu harus ada prosesnya.
"Minimal kita memakai batik ya di hari batik. Dan pakainya batik tulis atau batik cap," kata Poppy kepada JawaPos.com, Jumat (1/10).
Menurut Poppy dengan mengenakan batik minimal kita diingatkan agar menghargai para kreasi UMKM. Apalagi batik juga menjadi warisan budaya yang sudah diakui olwh UNESCO.
"Terima kasih pada PBB yang mengakui batik sebagai heritage dunia," katanya.
Menurut Poppy, khasanah kain nusantara dan budaya Indonesia beragam serta memiliki nuansa yang unik dan menarik. Pemakaian batik bisa diterapkam dengan memilih berbagai jenis busana yang ditawarkan dari mulai celana pendek, outer, hingga bustier. Kesan etnik semakin bertambah dengan berbagai aksesori.
"Kita bisa sejajar dengan label dunia jika kita memgedepankan etnik yang kita miliki salah satunya batik," ungkapnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
