
Resep Nasi Tutug Tempe yang Enak dan Mudah Dibuat di Rumah
JawaPos.com – Nasi tutug tempe menjadi salah satu hidangan khas Sunda yang menawarkan cita rasa sederhana tetapi kaya akan aroma dan bumbu.
Kata “tutug” dalam bahasa Sunda memiliki arti diaduk. Sesuai namanya, hidangan ini dibuat dengan mencampurkan nasi bersama tempe yang sudah diolah dan dihancurkan, kemudian diberi bumbu khas yang membuat rasanya semakin nikmat.
Perpaduan tempe, kencur, cabai, dan rempah pilihan menghasilkan rasa gurih dengan sentuhan pedas yang menggugah selera. Tak hanya lezat disantap langsung, nasi tutug tempe juga cocok dijadikan menu keluarga karena bahan-bahannya mudah ditemukan.
Dilansir dari kanal YouTube Devina Hermawan, berikut resep nasi tutug tempe yang harum, gurih, dan dapat disimpan lebih lama.
Nasi tutug tempe khas Sunda pun siap disantap. Aroma kencur yang khas, rasa gurih dari tempe, serta sensasi pedas dari cabai membuat hidangan sederhana ini terasa istimewa.
Menu ini cocok disajikan untuk sarapan, makan siang, maupun bekal karena proses pembuatannya praktis dan rasanya tetap nikmat.

Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026: Green Force Bisa Sapu Bersih Laga!
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Jaga Asa ke Semifinal!
Jadwal Aston Villa vs Indonesia All Stars: Jam Kick-off, Siaran Langsung, dan Daftar Skuad
Hasil Babak Pertama Persebaya vs Port FC: Miguel Pereira Cetak Gol Perdana, Skor Masih 1-1
Prediksi Persebaya Surabaya vs Port FC: Bruno Moreira Dikabarkan Cedera, Bernardo Tavares Buka Peluang Rotasi Pemain
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
