
Potret pa dak jeon olahan dada ayam khas Korea Selatan yang cocok untuk diet maupun lauk (Instagram @leyosatria_)
JawaPos.com - Banyak orang menganggap dada ayam sebagai bahan makanan yang sehat, tinggi protein, tetapi terkadang terasa membosankan jika diolah dengan cara yang sama berulang kali. Padahal, dengan sedikit kreativitas, dada ayam bisa disulap menjadi hidangan yang lezat dan jauh dari kata hambar.
Salah satu kreasi menarik datang dari kreator kuliner dengan akun Instagram @leyosatria_ yang membagikan resep Pa Dak Jeon, hidangan ala Korea yang menggabungkan potongan ayam berbumbu dengan tekstur renyah di bagian luar. Dalam unggahannya, ia bahkan menulis, "Ga berasa makanin 200gr dada ayam kalau dibikin jadi pa dak jeon ini!"
Kalimat tersebut memang tidak berlebihan. Berbeda dengan dada ayam rebus atau panggang yang terkadang terasa kering, Pa Dak Jeon menawarkan sensasi yang lebih menggugah selera. Potongan ayam dimarinasi dengan berbagai bumbu sederhana, lalu dilapisi tepung sebelum digoreng hingga renyah. Hasilnya adalah hidangan gurih yang cocok disantap sebagai lauk, camilan tinggi protein, atau menu makan siang yang mengenyangkan.
Yang menarik, resep ini juga tidak memerlukan banyak bahan. Sebagian besar bumbunya merupakan bahan dapur yang umum digunakan sehari-hari. Proses pembuatannya pun relatif cepat sehingga cocok untuk kamu yang ingin memasak praktis tanpa mengorbankan rasa.
Bahan-Bahan Marinasi:
200 gram dada ayam
4 siung bawang putih
1 sdt bawang putih goreng
1 buah cabai merah besar (opsional)
1/2 sdt minyak wijen
1/2 sdt soy sauce
1/4 sdt cuka
Garam secukupnya
MSG secukupnya
White pepper atau lada putih secukupnya
Bahan Pelapis:
2 sdm potato starch
1 sdm maizena
Cara Membuat Pa Dak Jeon:
1. Potong dada ayam menjadi ukuran kecil atau tipis agar lebih mudah matang dan bumbu meresap.
2. Haluskan bawang putih dan cabai merah besar jika menggunakan.
3. Campurkan ayam dengan bawang putih, bawang putih goreng, cabai, minyak wijen, soy sauce, cuka, garam, MSG, dan lada putih.
4. Aduk hingga seluruh bumbu melapisi ayam secara merata.
5. Diamkan selama kurang lebih 15-30 menit agar proses marinasi lebih maksimal.
6. Tepat sebelum digoreng, tambahkan potato starch dan maizena ke dalam adonan ayam.
7. Aduk hingga seluruh permukaan ayam terlapisi tepung secara merata.
8. Panaskan minyak secukupnya.
9. Goreng ayam hingga berwarna keemasan dan teksturnya renyah.
10. Angkat dan tiriskan sebelum disajikan.
Keunggulan utama menu ini terletak pada teksturnya yang renyah di luar namun tetap juicy di dalam. Kombinasi potato starch dan maizena membantu menciptakan lapisan tipis yang crispy tanpa membuat ayam terasa berat.
Selain itu, penggunaan minyak wijen, soy sauce, dan cuka memberikan cita rasa khas ala Korea yang sederhana tetapi kaya rasa. Bumbu-bumbu tersebut juga membantu mengurangi kesan kering yang sering muncul pada olahan dada ayam.
Dengan kandungan protein yang tinggi dari 200 gram dada ayam, menu ini juga cocok untuk kamu yang sedang menjaga pola makan atau meningkatkan asupan protein harian. Bisa dinikmati bersama nasi hangat, salad, atau bahkan sebagai camilan saat lapar di sela aktivitas.

Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026: Green Force Bisa Sapu Bersih Laga!
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Jaga Asa ke Semifinal!
Jadwal Aston Villa vs Indonesia All Stars: Jam Kick-off, Siaran Langsung, dan Daftar Skuad
Hasil Babak Pertama Persebaya vs Port FC: Miguel Pereira Cetak Gol Perdana, Skor Masih 1-1
Prediksi Persebaya Surabaya vs Port FC: Bruno Moreira Dikabarkan Cedera, Bernardo Tavares Buka Peluang Rotasi Pemain
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
