
Semangkuk bibimbap penuh warna yang menggugah selera perpaduan nasi, sayuran, telur, dan saus gochujang yang menjadi simbol keseimbangan dalam budaya kuliner Korea. (Food and Wine)
JawaPos.com - Bibimbap, kuliner khas Korea Selatan yang berarti “nasi campur”, bukan sekadar makanan, melainkan simbol keseimbangan dan harmoni dalam budaya Korea. Hidangan ini menggabungkan nasi, sayuran, daging, telur, serta saus gochujang, menciptakan perpaduan rasa dan warna yang melambangkan keseimbangan antara manusia dan alam. Menurut National Geographic, bibimbap merepresentasikan filosofi hidup masyarakat Korea yang menekankan keselarasan dalam keberagaman.
Asal-usul bibimbap memiliki berbagai versi. Dalam penjelasan Foodicles, istilah “bibimbap” berasal dari kata “bibim” yang berarti mencampur dan “bap” yang berarti nasi. Hidangan ini diduga berkembang dari kebiasaan masyarakat mencampur sisa makanan dari upacara penghormatan leluhur atau jesa agar tidak terbuang. Tradisi tersebut dilakukan setelah upacara selesai sebagai bentuk rasa hormat terhadap makanan yang telah dipersembahkan.
Versi lain menyebutkan bahwa bibimbap bermula dari kebiasaan para petani Korea yang membutuhkan makanan praktis saat bekerja di ladang. Dalam laporan Food & Wine, nasi dan lauk dicampur menjadi satu agar mudah disantap bersama. Sementara teori lain menjelaskan bahwa bibimbap merupakan makanan istana pada masa Dinasti Joseon, disajikan dengan bahan-bahan mewah seperti daging sapi, jamur, dan minyak wijen.
Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Ethnic Foods oleh Chung, Yang, Jang, dan Kwon menunjukkan bahwa bibimbap memiliki nilai gizi tinggi serta sejarah panjang dalam kebudayaan Korea. Studi berjudul Historical and Biological Aspects of Bibimbap menjelaskan bahwa komposisi hidangan ini menggambarkan keseimbangan antara karbohidrat, protein, dan serat, sekaligus memperlihatkan pentingnya fermentasi dalam tradisi kuliner Korea.
Selain kaya gizi, bibimbap juga memiliki filosofi warna yang disebut obangsaek, yakni perpaduan lima warna utama, yakni merah, kuning, hijau, putih, dan hitam. Dijelaskan bahwa setiap warna memiliki makna tersendiri, merah melambangkan energi, kuning berarti keseimbangan, hijau melambangkan kehidupan, putih menggambarkan kesucian, dan hitam menandakan kebijaksanaan. Kombinasi warna ini dipercaya membawa harmoni fisik dan spiritual bagi yang menikmatinya.
Kota Jeonju dikenal sebagai rumah bagi bibimbap tradisional. Versi Jeonju biasanya disajikan dengan sekitar 30 bahan, termasuk nasi yang dimasak menggunakan kaldu tulang sapi dan disajikan dalam mangkuk kuningan panas. Kekayaan rasa dan tampilannya menjadikan Jeonju bibimbap salah satu warisan kuliner yang paling terkenal di Korea Selatan.
Beragam daerah di Korea memiliki versi bibimbap tersendiri. Di wilayah pesisir, terdapat hoedeopbap, yaitu bibimbap dengan ikan mentah dan saus cabai asam manis, sedangkan di pegunungan ada versi vegetarian dengan sayuran hutan dan saus fermentasi doenjang. Sementara itu, dolsot bibimbap yang disajikan dalam mangkuk batu panas memberikan sensasi nasi kering di dasar mangkuk yang renyah.
Menurut Food & Wine, popularitas bibimbap juga disebabkan fleksibilitasnya dalam beradaptasi. Chef Ji Hye Kim menyebut bahwa keunikan bibimbap terletak pada kemampuannya menyesuaikan bahan sesuai musim tanpa kehilangan esensinya.
“Bibimbap selalu berubah, tapi maknanya tetap, menyatukan berbagai unsur menjadi satu kesatuan yang selaras,” ujarnya dalam wawancara dengan media tersebut.
Seiring berkembangnya budaya Hallyu Wave, bibimbap kini dapat ditemui di berbagai belahan dunia. Foodicles menulis bahwa restoran Korea di luar negeri berinovasi dengan menghadirkan bibimbap versi vegan, fusion, hingga cepat saji, tanpa meninggalkan cita rasa khasnya. Keberhasilan bibimbap menembus pasar internasional membuktikan bahwa makanan tradisional dapat tetap relevan di tengah tren globalisasi kuliner.
Dari dapur kerajaan hingga restoran modern, bibimbap tetap menjadi simbol identitas Korea yang menekankan keseimbangan, kebersamaan, dan rasa syukur terhadap alam. Bibimbap bukan hanya tentang mencampur bahan makanan, tetapi tentang memahami makna hidup dalam keberagaman dan harmoni. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022