
Nasi Punel Bu Hj Lin, Bangil (Juanda Kurniawan via Google Maps)
JawaPos.com-Berburu kuliner pagi bisa menjadi kegiatan menyenangkan sebelum memulai hari bagi warga lokal maupun pelancong yang sedang berkunjung ke Pasuruan. Tak hanya mengenyangkan, berbagai jajanan pagi di Pasuruan juga terkenal murah meriah dan kental nuansa tradisional. Mulai dari kue basah, nasi punel khas, hingga kudapan pasar jadul, semuanya bisa ditemukan dengan harga bersahabat.
Berikut ini tujuh lokasi berburu jajanan pagi di Pasuruan yang layak dicoba:
Setiap Minggu pagi, suasana Desa Suwayuwo, Kecamatan Sukorejo, mendadak ramai oleh para penjual dan pengunjung yang memadati area Pasar Sorpo. Pasar dadakan ini digelar di bawah rindangnya pohon mangga dan menyajikan aneka jajanan khas seperti lupis, cenil, hingga tiwul. Semua disajikan dalam tampah dan alas daun pisang, menambah kesan klasik yang dirindukan banyak orang.
Di kawasan Desa Pekoren, Kecamatan Rembang, ajang Car Free Day (CFD) tiap Minggu pagi juga diramaikan oleh lapak kuliner rakyat. Beragam UMKM menghadirkan produk rumahan, mulai dari gorengan, bakwan jagung, kue cucur, hingga es tape yang cocok dinikmati saat pagi menjelang siang. Harga yang ditawarkan pun sangat terjangkau, mulai Rp 2.000-an per item.
Salah satu kuliner legendaris yang wajib dicicipi saat pagi hari di wilayah Bangil adalah Nasi Punel. Nasi putih hangat dipadukan serundeng, potongan empal, rempeyek, sambal kelapa, dan lalapan segar. Sajian sederhana ini jadi favorit banyak warga karena mengenyangkan, gurih, dan tentu saja ramah di dompet.
Pasar tradisional Purwosari tak hanya dikenal sebagai pusat kebutuhan pokok, tapi juga sebagai tempat strategis untuk mencari jajanan pagi. Di sini, pengunjung bisa menemukan aneka kue seperti lemper, getuk, ketan serundeng, dan pastel, semuanya dijajakan oleh ibu-ibu lokal dengan harga yang sangat bersahabat.
Beberapa desa di Pasuruan rutin menggelar bazar UMKM tiap akhir pekan. Kegiatan ini bukan sekadar ajang promosi, tapi juga ladang kuliner pagi yang menggoda. Dari kue lumpur, onde-onde, hingga bubur sumsum, jajanan yang disajikan biasanya berbahan lokal dan diolah rumahan. Bagi pencinta kuliner tradisional, ini adalah ladang emas!
Selain CFD Pekoren, kawasan Pandaan juga menggelar Car Free Day dengan kehadiran para penjual makanan ringan pagi. Tak sedikit penjual kopi klotok, roti bakar, dan kue cubit yang berjejer di sepanjang area tanpa kendaraan. Suasana santai diiringi semilir angin pagi membuat momen sarapan makin nikmat.
Akun Instagram resmi milik Pemerintah Kabupaten Pasuruan seperti @kulinerepasuruan dan @pemkappasuruan kerap mengunggah jajanan khas daerah. Beberapa rekomendasi yang sering muncul adalah warung kopi pagi legendaris, penjual klepon keliling, hingga penjual lupis yang hanya buka dari pukul 06.00–08.00 WIB. Semua info bisa jadi panduan berburu sarapan!
Jajanan pagi di Pasuruan bukan hanya menggoyang lidah, tetapi juga menyimpan cerita khas masyarakatnya. Dengan harga yang ramah kantong dan cita rasa yang otentik, ragam kuliner ini wajib dicoba oleh siapa saja yang sedang berada di Kota Santri. (*)

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
