Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 14 Juni 2025 | 14.22 WIB

7 Kuliner Tradisional Khas Malang yang Wajib Dicoba, Dijamin Bikin Ketagihan!

Seporsi Pecel Kawi, salah satu kuliner legendaris di Malang. (Tripadvisor) - Image

Seporsi Pecel Kawi, salah satu kuliner legendaris di Malang. (Tripadvisor)

JawaPos.com - Malang bukan cuma terkenal dengan suasananya yang sejuk dan pemandangannya yang cantik, tapi juga surga kuliner tradisional yang menggoda lidah. Dari racikan lawas yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu, sampai sajian khas yang cuma bisa kamu temukan di kota ini, semuanya punya cita rasa yang khas dan otentik.

Kalau kamu sedang merencanakan wisata kuliner ke Malang, pastikan tujuh hidangan tradisional ini masuk dalam daftar pencarianmu!

1. Pecel Kawi Hj. Musilah – Pecel Legendaris yang Selalu Bikin Rindu

Ingin memulai hari dengan cita rasa khas Jawa Timur? Pecel Kawi Hj. Musilah jawabannya. Warung yang berdiri sejak 1975 ini terkenal dengan sambal kacangnya yang kental, gurih, dan pedas pas. Disajikan bersama sayuran segar, rempeyek, dan kadang ditambah tempe goreng, rasanya benar-benar membangkitkan selera.

Lokasi: Jl. Kawi Atas No.43B, Malang

2. Nasi Buk – Nasi Komplit Khas Madura yang Merakyat di Malang

Dari tradisi Madura yang melekat kuat di Malang, Nasi Buk jadi pilihan sarapan yang unik. Nasi hangat disajikan dengan aneka jeroan sapi seperti babat, limpa, dan empal, ditambah sambal merah yang menggoda. Dulu dijual keliling, kini kamu bisa menemukannya di warung seperti Nasi Buk Matinah dan kawasan sekitar Stasiun Kota Baru.

Lokasi: Area Stasiun Kota Baru & RS Panti Nirmala

3. Rawon Brintik – Kuah Hitam Klasik dengan Cita Rasa Mendalam

Bicara rawon di Malang, Rawon Brintik wajib disebut. Berdiri sejak 1942, tempat ini menyajikan rawon khas dengan kuah kluwek yang kaya rasa, potongan daging empuk, dan pelengkap seperti sambal, kecambah, dan kerupuk udang. Cocok untuk makan siang yang hangat dan mengenyangkan.

Lokasi: Jl. Ahmad Dahlan No.39, Malang

4. Sate Gebug – Sate Sapi Empuk dari Zaman Kolonial

Tak banyak yang tahu kalau Malang punya sate khas bernama Sate Gebug. Daging sapi yang dipukul (digebug) hingga empuk ini kemudian dibakar dan disajikan tanpa bumbu kacang, melainkan hanya dengan garam dan kecap. Kesederhanaannya justru jadi daya tarik utama. Sate ini sudah eksis sejak tahun 1920-an, lho!

Lokasi: Jl. Jenderal Basuki Rahmat, Malang (dekat Sarinah)

5. Puthu Lanang Celaket – Camilan Manis Khas Malang Sejak 1935

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore