Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 7 Mei 2025 | 03.05 WIB

Warung Mak Beng: Cuma Satu Menu, tapi Selalu Diburu Sejak 1941

Antusiasme masyarakat Surabaya saat mengantre di tenant Warung Mak Beng Festival FoodPhoria 2025. (Novia Herawati/JawaPos.com) - Image

Antusiasme masyarakat Surabaya saat mengantre di tenant Warung Mak Beng Festival FoodPhoria 2025. (Novia Herawati/JawaPos.com)

JawaPos.com - Pecinta kuliner pasti tak asing lagi dengan Warung Mak Beng. Sejak 1941, warung makan legendaris di Sanur, Denpasar, Bali ini menjadi jujugan wisatawan meski hanya menyajikan satu metu.

Namun justru itu lah yang membuatnya diburu setiap harinya, antrean mengular demi menyantap seporsi nasi, ikan goreng, sup kepala ikan, dan sambal khas, menjadi pemandangan sehari-hari di Warung Mak Beng. 

Menunya sederhana, namun soal konsistensi cita rasa yang dijaga selama lebih dari delapan dekade, tak perlu diragukan. Warung Mak Beng bahkan pernah dinobatkan sebagai restoran legendaris ketiga di dunia versi TasteAtlas.

Salah satu karyawan Warung Mak Beng, Komang Ayu menuturkan bahwa ciri khas menu Mak Beng ada di sup kepala ikan, yang memiliki cita rasa segar khas Bali, sedikit asam dan pedas. 

"Supnya dimasak kuah kuning pakai bumbu bali. Kuahnya ini dia ada cita rasa pedas dari cabai, dan sedikit berminyak dari ikannya," tutur Komang saat ditemui di Festival Kuliner FoodPhoria 2025 di Galaxy Mall, Surabaya baru-baru ini. 

Berbeda dengan sup khas Jawa, sup kepala ikan Mak Beng menggunakan mentimun dan belimbing wuluh, menciptakan perpaduan rasa asam segar yang otentik dalam setiap suapannya.

Tidak hanya itu, sejak awal berdiri, Warung Mak Beng konsisten memakai ikan segar hasil tangkapan nelayan lokal, seperti Ikan Cakal, Jengki, dan Tenggiri, yang membuat cita rasa hidangannya autentik 'Bali'.

"Kalau ikan yang dibawa ke festival ini (FoodPhoria) ikan cakal saja, bawa langsung dari Bali dan diolah di sini. Bawa sekitar 100 kilogram," ujar Komang yang sudah 15 tahun bekerja di Warung Mak Beng.

Komang tak menyangka melihat antusiasme masyarakat Surabaya di FoodPhoria. Bahkan dalam satu hari, paket menu ikan goreng dan sup ikan Warung Mak Beng terjual hingga 200 porsi.

"Cukup ramai dari siang sampai malam hari. Pelanggannya beragam, ada anak muda dan lansia. Ada yang bilang sering mampir ke Warung Mak Beng saat lagi liburan di Sanur," tutur perempuan asal Nusa Penida itu.

Salah satu pelanggan FoodPhoria, Fransisca Wijaya memberikan acungan jempol untuk sop kepala ikan Warung Mak Beng. Menurutnya, hidangan itu memiliki cita rasa khas yang tidak bisa ditemukan di warung-warung lain.

"Aku baru pertama kali makan sup ikan Bali, ya Mak Beng ini. Ternyata dia dia irisan timun di supnya, jadi waktu di makan itu strong banget bumbu rempahnya, sedikit berminyak, tetapi gak bau amis," tutur Sisca.

Di sisi lain, promotor FoodPhoria 2025, Robert Filipus Ambat menuturkan secara keseluruhan, ada 50 tenant yang meramaikan festival kuliner ini. 9 tenant di antaranya diboyong langsung dari Pulau Dewata.

"Untuk event kuliner yang pertama kali kami adakan ini antusiasmenya luar biasa. Selama empat hari penyelenggaraan, 1-4 Mei 2025, traffic yang berhasil kami catat ada 25 ribu, malah di akhir pekan lebih dari itu," tuturnya.

Robert menuturkan tenant spesial asal Bali menjadi incaran masyarakat selama penyelenggaraan FoodPhoria. Terlihat dari antrean panjang yang terjadi di tenant yang baru pertama kali mampir ke Kota Pahlawan, seperti Warung Mak Beng. 

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore