
Cairan matcha berwarna hijau muda dimasukkan ke dalam kantong infus bertuliskan “Otsu – D5 Dextrose monohydrate Intravenous Infusion” berukuran 500 ml.
JawaPos.com - Sebuah gimik penyajian minuman matcha di Bali mendadak viral dan memicu kontroversi di media sosial. Pasalnya, matcha tersebut disajikan menyerupai cairan infus medis lengkap dengan kantong infusan dan selang, sehingga menimbulkan kekhawatiran publik soal keamanan, kebersihan, hingga asal-usul alat yang digunakan.
Dari video yang beredar, terlihat cairan matcha berwarna hijau muda dimasukkan ke dalam kantong infus bertuliskan “Otsu – D5 Dextrose monohydrate Intravenous Infusion” berukuran 500 ml. Kantong tersebut digantung layaknya infus di rumah sakit, lengkap dengan skala takaran dan selang di bagian bawah.
Gimik penyajian minuman dengan alat infus itu diketahui dilakukan sebuah kafe bernama Buba Tea Bali.
Sejumlah netizen pun mempertanyakan asal kantong infus tersebut lantaran persis menyerupai infus asli. Sehingga, banyak yang mempertanyakan bahwa itu merupakan limbah medis atau produk asli yang seharusnya hanya digunakan untuk keperluan kesehatan.
“Kalau limbah medis, dapet dr mana? Kalau beneran D5 (D5 selain via infusan, hanya untuk px sonde) dan gimana caranya bisa beli D5 dlm jmlh banyak (kalau beneran). Siapa distributor yang menyalurkan? Menurutku, ini bukan kemasan tiruan sih, soalnya plek ketiplek se no reg-nya dll,” tulis akun X @sereineid, dikutip Senin (5/1).
Kekhawatiran lain datang dari sisi higienitas alat yang digunakan. Akun TikTok @waralaya mempertanyakan proses kebersihan kantong infus tersebut.
“Penasaran itu alatnya higienis ga ya, pencuciannya gimana, secara matcha gitu, atau sekali pake buang?” tulisnya di kolom komentar kafe tersebut.
Sementara itu, akun @Amiodarone300mg mendorong pihak penjual untuk memberikan klarifikasi terbuka kepada publik.
“Hai ka, menurut aku sih kamu klarifikasi dapet bungkusan minumannya dari mana, untuk memastikan bukan dari limbah medis. Thank you kaa,” tulisnya.
Terkait hal ini, melalui akun X-nya, Buba Tea Bali memberi klarifikasi bahwa alat infus tersebut hanya gimik dan bukan limbah medis.
"Format infus ini adalah metafora visual yang terinspirasi oleh gagasan "mengisi
ulang energi" bukan produk medis," tulisnya.
"Kemasan kami sekali pakai dan aman untuk makanan, diproduksi sesuai
dengan standar keamanan pangan," pungkas Buba Tea dalam keterangannya.
Namun, belum diketahui kebenaran dari keterangan tersebut. Pasalnya, akun X yang mengatasnamakan Buba Tea Bali itu baru dibuat dan tak ada keterangan serupa di akun resmi media sosial lainnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
