
Menelusuri Jejak Panjang Ice Thai Tea: Minuman Legendaris Thailand yang Bertransformasi Mengikuti Waktu, Budaya, dan Lidah Dunia (ISTOCK)
JawaPos.com - Dalam beberapa tahun terakhir, es thai tea, minuman berwarna oranye cerah dengan aroma rempah dan rasa manis yang kuat telah menjelma menjadi salah satu minuman manis paling favorit di berbagai belahan dunia.
Banyak orang kerap menganggapnya sebagai minuman tradisional Thailand yang otentik, bagian dari budaya kuliner negeri Gajah Putih.
Namun, seperti yang dijelaskan dalam ulasan marthastewart.com, minuman ini ternyata memiliki perjalanan yang jauh lebih kompleks.
Alih-alih murni berasal dari resep tradisional, es thai tea justru lahir dari percampuran budaya dan pengaruh luar, sehingga lebih tepat disebut sebagai kreasi global yang kemudian melekat pada identitas kuliner Thailand.
Asal Usul yang Tidak Disangka
Meski kini identik dengan kuliner Thailand, budaya minum teh sebenarnya masih relatif baru di negara tersebut.
Teh baru masuk ke Thailand pada 1980-an, dibawa oleh Tiongkok sebagai upaya mengganti ladang opium dengan tanaman komersial yang legal.
Versi awal teh Thailand—disebut Cha Yen—sederhana saja: teh hitam pekat, susu kental manis, dan es serut.
Diperkirakan gaya penyajiannya yang memakai susu dan es dipengaruhi oleh Marsekal Lapangan Pibul Songkram, pemimpin Thailand yang sangat menggemari budaya Barat.
Dari gerobak jalanan hingga kedai kecil, Cha Yen kemudian menjadi bagian dari keseharian masyarakat Thailand.
Bagaimana Versi Amerika Lahir?
Saat masakan Thailand mulai populer di Amerika Utara, para koki Thailand mencoba menyesuaikan minuman ini dengan selera lokal yang menyukai minuman manis dan berwarna cerah. Pewarna makanan oranye ditambahkan, begitu pula bumbu seperti adas bintang dan air bunga jeruk.
Hasilnya adalah minuman yang kini kita kenal sebagai ice thai tea versi restoran—lebih pekat, lebih manis, dan jauh lebih berwarna daripada versi aslinya.
Menariknya, pewarna oranye yang dipakai konon merupakan jenis pewarna yang sama dengan yang digunakan pada makaroni keju instan.
Cara Tradisional Membuat Ice Thai Tea

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
