Ilustrasi kuliner jadul harga merakyat namun rasa bintang lime (freepik)
JawaPos.com - Surabaya dikenal bukan hanya sebagai kota industri dan sejarah, tetapi juga surga bagi para pencinta kuliner. Di setiap sudut kota, selalu ada aroma khas yang menggoda lidah — mulai dari rawon, tahu tek, hingga rujak cingur yang melegenda.
Menariknya, banyak kuliner legendaris di Surabaya yang tetap mempertahankan cita rasa autentik meski harganya sangat ramah di kantong. Resep turun-temurun, pelayanan khas, dan rasa yang konsisten membuat makanan-makanan ini tetap dicari dari generasi ke generasi.
Dikutip dari kanal YouTube Informania, Selasa (28/10), berikut ini adalah 7 kuliner legendaris Surabaya dengan harga merakyat yang wajib kamu cicipi saat berkunjung ke Kota Pahlawan.
Lontong balap memang identik dengan Surabaya, dan nama “Pak Gendut” selalu berada di puncak daftar kuliner legendaris ini. Berdiri sejak tahun 1958, warung ini terkenal dengan cita rasa lontong balap yang gurih dan porsi melimpah. Tambahkan sate kerang sebagai pelengkap, dan kamu akan mendapatkan kombinasi sempurna antara lontong, tahu, dan tauge yang disiram kuah sedap khas Surabaya.
Sudah eksis sejak era 1980-an, Lontong Kupang Bu Ito menjadi favorit warga lokal maupun wisatawan. Kuahnya yang gurih berpadu dengan lontong lembut menciptakan sensasi rasa yang khas. Setelah menyantap lontong kupang, jangan lupa nikmati es degan segar yang tersedia di tempat ini untuk menutup makan siang dengan sempurna.
Siapa yang tak kenal Tahu Telur Pak Jayen? Kuliner satu ini legendaris karena rasa dan porsinya yang memuaskan. Siraman bumbu kacang dan petisnya melimpah, menciptakan perpaduan gurih, manis, dan sedikit pedas yang bikin ketagihan. Tak heran, tahu telur ini jadi menu wajib bagi siapa pun yang datang ke Surabaya.
Warung sederhana ini jadi surga bagi penikmat masakan khas Surabaya. Mulai dari tahu tek, tahu campur, hingga nasi rawon, semua tersedia dengan cita rasa autentik yang sudah terjaga puluhan tahun. Warung Pak Hasyim cocok banget buat kamu yang ingin mencicipi berbagai kuliner khas Surabaya tanpa harus berpindah tempat.
Bagi penggemar makanan pedas, Sego Sambel Mak Yeye adalah destinasi wajib. Sambalnya yang melimpah bahkan bisa dibilang menjadi lauk utama. Nasi hangat disiram sambal pedas gurih, ditemani ikan, ayam, atau telur goreng — dijamin membuatmu ketagihan. Tak heran, warung ini selalu ramai, bahkan hingga larut malam.
Belum lengkap rasanya ke Surabaya tanpa mencicipi Rawon Kalkulator. Nama unik ini muncul karena penjualnya terkenal sangat cepat menghitung total harga tanpa bantuan kalkulator. Kuah rawonnya pekat, dagingnya besar-besar, dan rasanya begitu khas dengan aroma kluwek yang menggoda. Inilah salah satu kuliner legendaris yang wajib masuk daftar incaranmu.
Sudah berdiri sejak tahun 1970-an, Rujak Cingur Ahmad Jais punya keunikan tersendiri karena menggunakan kacang mede sebagai bahan dasar bumbunya. Cingurnya empuk, bersih, dan disajikan melimpah bersama lontong, sayuran, nanas, kedondong, serta petis khas Surabaya. Rasanya gurih, segar, dan sedikit pedas — kombinasi sempurna untuk pecinta kuliner tradisional.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
