sajian matcha dan green tea yang serupa tapi memiliki perbedaan esensial (Freepik)
JawaPos.com – Selain kopi, matcha dan green tea atau teh hijau menjadi minuman populer di coffee shop. Kedua menu non-coffee ini merambah ke industri f&b di Indonesia sudah sejak lama.
Dilansir dari naturalfarm.id, kedua jenis teh ini berasal dari tanaman teh Camellia sinensis. Matcha dan green tea pada dasarnya memiliki perbedaan yang signifikan.
Mulai dari pengolahan hingga manfaat, matcha dan the hijau memiliki perbandingan yang masif. Dilansir dari naokimatcha.com, perbedaan kedua jenis teh akan diulas di bawah ini.
Perbedaan yang paling utama dari matcha dan teh hijau terletak pada produksi pembuatan. Dalam pembuatan matcha, tanaman teh ditanam di tempat sejuk selama 4 – 8 minggu sebelum dipanen. Sedangkan dalam teh hijau, proses tersebut tidak digunakan.
Tanaman yang ditanam di tempat teduh akan mengubah komposisi kimia secara menyeluruh karena tanaman teh harus menghasilkan lebih banyak klorofil agar dapat menghasilkan nutrisi yang cukup untuk bertahan hidup tanpa paparan sinar matahari. Hasilnya, daun teh matcha lebih kaya akan antioksidan dan asam amino.
Setelah tanaman teh dipanen, daun teh yang akan diolah menjadi matcha dipotong kecil-kecil setelah diproses. Potongan-potongan kecil tersebut kemudian digiling menjadi bubuk. Sebaliknya, daun teh hijau digulung menjadi bentuk seperti jarum tipis.
Cita rasa antara matcha dan teh hijau memiliki rasa yang mirip. Teh hijau memiliki cita rasa yang lebih ringan, beraroma bunga, dan lembut. Sedangkan matcha, cita rasanya cenderung intens dan kompleks. Tergantung pada cara penyajiannya, rasa dan tekstur matcha bisa sangat bervariasi.
Profil rasa matcha yang beragam, mulai dari pahit-manis, manis seperti kacang, gurih, hingga beraroma bunga. Bentuk bubuknya memberikan fleksibilitas untuk dicampur dengan susu dan pemanis, menghasilkan latte yang lezat.
Perbedaan dari proses produksi kedua jenis teh ini berdampak signifikan pada kandungan nutrisi. Proses pewarnaan matcha menghasilkan kandungan antioksidan yang jauh lebih tinggi daripada teh hijau biasa.
Proses ini juga meningkatkan kandungan L-theanine. L-theanine adalah asam amino yang "mempercepat" khasiat sehat matcha. Ia bekerja dengan kafein yang terdapat secara alami dalam teh untuk meningkatkan fokus, fungsi kognitif, dan energi.
Matcha dan teh hijau memiliki perbedaan dalam penyajiannya. Teh hijau biasanya diseduh menggunakan air panas, sementara matcha diseduh disajikan dengan cara diaduk menggunakan pengocok atau alat serupa.
Karena berbentuk suspensi, bubuk matcha biasanya akan tenggelam ke dasar mangkuk jika tidak segera diminum. Inilah sebabnya matcha biasanya disajikan dalam mangkuk kecil atau cangkir.
Dari segi tekstur, matcha akan lebih kental daripada teh hijau biasa dan memiliki rasa yang lebih cerah dan lebih tebal. Rasa yang pekat ini memungkinkannya untuk dicampur dengan lemak dan gula untuk membuat latte, es krim, dan kue kering.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
