
Sajian sambal roa khas manado, cocok menjadi pelengkap di meja makan
JawaPos.com – sambal menjadi bagian yang tak terpisahkan oleh masyarakat Indonesia. nampaknya semua hidangan akan terasa kurang nikmat jika tanpa kehadiran sambal di meja makan.
Setiap daerah di Indonesia memiliki ciri khas sambal yang mencerminkan kekayaan kuliner dan budayanya. Dikutip dari antaranews.com, berdasarkan penelitian terdapat 322 variasi sambal yang ditemukan dan 257 diantaranya digunakan sebagai pelengkap masakan dan hidangan.
Salah satu sambal yang populer bagi sebagian besar pecinta kuliner adalah sambal Roa. Sambal ini berasal dari Manado, Sulawesi Utara. Sambal roa banyak dikembangkan khususnya di wilayah Manado dan Gorontalo.
Bagi anda yang ingin membuatnya di rumah, berikut ini sajian resep sambal roa sederhana yang dilansir dari channel Youtube Mells Kitchen.
Resep membuat Sambal Roa
Bahan-bahan:
2 jepit ikan roa asap (40 ekor)
100 gram cabe merah keriting
300 gram cabe rawit merah (kurangi jika kepedasan/tambah jika kurang pedas)
200 gram bawang merah
50 gram bawang putih
10 lembar daun jeruk
800 ml minyak goreng
Garam secukupnya

Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026: Green Force Bisa Sapu Bersih Laga!
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Jaga Asa ke Semifinal!
Jadwal Aston Villa vs Indonesia All Stars: Jam Kick-off, Siaran Langsung, dan Daftar Skuad
Hasil Babak Pertama Persebaya vs Port FC: Miguel Pereira Cetak Gol Perdana, Skor Masih 1-1
Prediksi Persebaya Surabaya vs Port FC: Bruno Moreira Dikabarkan Cedera, Bernardo Tavares Buka Peluang Rotasi Pemain
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
