Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 11 Mei 2025 | 15.57 WIB

Rujak Mak Tas Lamongan: Legenda Rasa dengan Bumbu Gula Lontar yang Dikirim hingga Luar Negeri

Rujak Mak Tas Lamongan. (Tangkap Layar YouTube Indonesian Food Explorer) - Image

Rujak Mak Tas Lamongan. (Tangkap Layar YouTube Indonesian Food Explorer)

JawaPos.com - Rujak 'Mak Tas' Lamongan merupakan salah satu kuliner legendaris yang masih eksis sampai sekarang.

Keistimewaan Rujak Mak Tas terletak pada bumbunya yang unik karena menggunakan gula lontar sebagai bahan utama dalam proses pengulekan.

Gula lontar sendiri merupakan pemanis alami yang dihasilkan dari nira pohon lontar.

Cita rasa khas dari bumbu gula lontar racikan Mak Tas bahkan membuat banyak orang memintanya untuk dikirim hingga ke luar negeri.

Jika dilihat rujaknya, memang seperti rujak ulek dari daerah lain. Buah yang digunakan di rujak tersebut juga sama dengan rujak-rujak daerah lain, seperti nanas, bengkuang, pepaya setengah matang, dan juga kendondong atau mangga muda. Buah-buahan ini dipotong-potong kemudian disajikan di atas daun pisang dan disiram bumbu.

Dilansir dari channel YouTube Indonesian Food Explorer, rujak Mak Tas buka setiap hari mulai pukul 07.00-16.30 WIB.

Rujak Mak Tas dibanderol dengan harga Rp7.000 saja, yang sebelumnya dijual hanya Rp 5.000. Tak heran, jika warung tersebut selalu dikerumuni para pembeli.

Bagi Anda yang sedang berada di kawasan Lamongan, Jawa Timur, jangan lewatkan kesempatan untuk mampir ke warung sederhana di pinggir kali yang membelah Desa Paciran dan Dusun Jetak, tepat di tepi Jalan Raya Daendels.

Warung Rujak Mak Tas ini sudah berdiri sejak tahun 1986 dan tetap setia menyajikan cita rasa legendarisnya hingga kini.

Bumbu Rujak Mak Tas

Rujak Mak Tas Lamongan. (Tangkap Layar YouTube Indonesian Food Explorer)

Dikutip Instagram @kuliner.lamongan, bumbu rujak Mak Tas terdiri dari garam, terasi, cabai, asam jawa, gula lontar, serta petis ikan yang menjadi ciri khas tersendiri. Petis ikan ini bukan sembarang petis, melainkan hasil olahan nelayan Lamongan yang masih dibuat secara tradisional.

Petis khas Paciran tersebut diproduksi oleh warga lokal yang sebagian besar memang berprofesi sebagai nelayan. Proses pembuatannya pun cukup sederhana, yakni saripati dari rebusan ikan laut direbus kembali lalu diaduk hingga mengental, menghasilkan petis kental beraroma kuat yang menjadi salah satu rahasia kelezatan rujak Mak Tas.

(*)

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore