Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 20 Mei 2026 | 15.33 WIB

Tak Cukup Coding, Mahasiswa kini Harus Kuasai AI dan Keamanan Siber

Tak Cukup Coding, Mahasiswa Kini Harus Kuasai AI dan Keamanan Siber - Image

Tak Cukup Coding, Mahasiswa Kini Harus Kuasai AI dan Keamanan Siber

JawaPos.com - Perkembangan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah pola pembelajaran di perguruan tinggi Indonesia. Kampus tidak lagi hanya mengajarkan dasar pemrograman, tetapi mulai membekali mahasiswa dengan kemampuan membangun sistem AI, keamanan siber, hingga pengembangan teknologi berbasis cloud untuk menjawab kebutuhan industri digital yang terus meningkat.

Indonesia sendiri menghadapi tantangan besar di tengah pesatnya adopsi teknologi. Di satu sisi, tingkat penggunaan AI generatif di kalangan pekerja berpengetahuan disebut menjadi yang tertinggi di dunia dengan angka mencapai 92 persen. Namun di sisi lain, Indonesia diproyeksikan masih kekurangan sekitar tiga juta talenta digital pada 2030.

Sementara itu, laporan Future of Jobs 2025 dari World Economic Forum menempatkan literasi AI dan big data serta keamanan siber sebagai bidang dengan pertumbuhan permintaan tercepat dalam lima tahun ke depan.

Kondisi tersebut membuat perguruan tinggi harus menyesuaikan kurikulum agar lebih relevan dengan kebutuhan industri. Salah satunya dilakukan School of Computer Science Binus University yang kini memperkuat pembelajaran berbasis AI melalui konsentrasi seperti AI-Driven Development dan keamanan siber yang dirancang bersama lebih dari 2.200 mitra industri aktif.

Dekan School of Computer Science Binus Derwin Suhartono, menjelaskan bahwa pendekatan pembelajaran saat ini tidak lagi hanya berfokus pada teori teknologi, tetapi juga membiasakan mahasiswa menghadapi persoalan nyata seperti di dunia kerja.

“Kami tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis. Kami ingin membentuk talenta yang mampu memimpin transformasi digital dan menciptakan inovasi,” ujar Derwin.

Menurutnya, mahasiswa didorong untuk berpikir layaknya engineer dengan kemampuan mengidentifikasi masalah, menentukan solusi teknis, hingga mempertanggungjawabkan keputusan dalam konteks bisnis yang nyata.

Transformasi pembelajaran tersebut turut mendapat pengakuan internasional. Dalam QS World University Rankings by Subject 2026 untuk bidang Computer Science and Information Systems, universitas menempati posisi kedua terbaik di Indonesia.

Pemeringkatan itu menilai sejumlah aspek mulai dari kualitas riset, keterlibatan global, hingga employability atau tingkat kepercayaan industri terhadap lulusan. Posisi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan industri terhadap talenta AI dan digital kini semakin besar, sekaligus mendorong kampus untuk menghadirkan sistem pembelajaran yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore