Ilustrasi harga Bitcoin (BTC) yang turun. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Pasar kripto kembali terguncang pada Jumat (14/11) setelah Bitcoin merosot tajam ke level terendah dalam enam bulan terakhir. Penurunan ini dipicu oleh arus keluar besar-besaran dari produk ETF Bitcoin spot yang memicu gelombang likuidasi di seluruh pasar.
Dikutip dari news.bitcoin, Jumat (14/11), harga Bitcoin sempat anjlok hingga USD 95.919 (Rp 1,6 miliar dengan kurs Rp 16.700), menandai posisi terendah sejak Mei lalu. Aksi jual besar ini terjadi setelah data menunjukkan adanya net outflow senilai USD 870 juta (Rp 14,5 triliun) dari ETF Bitcoin spot pada Kamis (13/11), menjadikannya arus keluar terbesar kedua sepanjang tahun ini.
Meski sempat pulih tipis ke atas USD 97.000 (Rp 1,62 miliar), penurunan drastis ini membuat kapitalisasi pasar Bitcoin turun sekitar 6% ke USD 1,94 triliun (Rp 32.398 triliun). Dominasi Bitcoin yang tinggi juga menyeret seluruh pasar kripto; total kapitalisasi pasar kripto global turun ke USD 3,73 triliun (Rp 62.291 triliun) hanya dalam 24 jam.
Penurunan tajam ini turut memicu likuidasi besar-besaran di pasar derivatif. Menurut news.bitcoin, lebih dari USD 500 juta (Rp 8,35 triliun) posisi leverage Bitcoin dilikuidasi, dengan lebih dari 90% berasal dari posisi long. Secara keseluruhan, lebih dari 246.000 trader kehilangan total USD 1,1 miliar (Rp 18,3 triliun) di seluruh aset kripto dalam sehari, salah satu gelombang likuidasi terbesar sejak awal tahun.
Penurunan harga ini juga terjadi di tengah kekhawatiran pasar terhadap valuasi tinggi saham-saham kecerdasan buatan (AI). Sejumlah analis memperingatkan bahwa reli saham AI mungkin sudah memasuki fase bubble seperti era dot-com, yang bisa berdampak domino ke aset berisiko termasuk kripto.
Bagi sebagian investor, penembusan harga di bawah USD 100.000 (Rp 1,67 miliar) menandakan momentum bearish yang kuat. Namun bagi analis teknikal, kondisi ini justru dianggap sebagai fase koreksi wajar setelah reli panjang sejak Oktober lalu.
Analis kripto Casitrades menilai penurunan ini merupakan bagian dari siklus alami sebelum pasar kembali melanjutkan tren naik. “Data menunjukkan koreksi ini hampir selesai. Bitcoin mungkin akan menyentuh area USD 94.000 (Rp 1,56 miliar) sebelum kembali stabil dan naik lagi ke sekitar USD 97.000,” ujarnya di platform X.
Menurutnya, zona harga saat ini berada di area support cluster penting yang bisa menjadi dasar pembalikan arah. “Sangat mungkin level ini menjadi akhir dari fase koreksi Bitcoin. Hal ini sejalan dengan pola yang terlihat pada altcoin seperti XRP, HBAR, ALGO, dan XLM yang semuanya mendekati support makro mereka,” jelas Casitrades.
Para analis juga menyoroti bahwa tekanan makroekonomi belum sepenuhnya reda. Ketidakpastian di pasar saham Amerika Serikat, terutama di sektor teknologi dan AI, masih menimbulkan volatilitas tinggi di pasar kripto. Meski demikian, beberapa indikator teknikal menunjukkan potensi stabilisasi dalam beberapa hari ke depan, terutama jika harga mampu bertahan di atas area USD 94.000–USD 97.000.
Banyak trader kini menunggu sinyal pivot, momen di mana tekanan jual mulai melemah dan pasar berbalik arah. Jika level support saat ini mampu menahan tekanan, fase koreksi ini bisa menjadi pijakan baru menuju reli berikutnya menjelang akhir tahun.
Disclaimer: Artikel ini disajikan untuk tujuan informasi seputar perkembangan pasar kripto. Bukan merupakan ajakan atau rekomendasi investasi. Aset digital memiliki risiko tinggi, pastikan Anda memahami risikonya sebelum berinvestasi.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
