Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 Oktober 2025 | 17.22 WIB

Trump dan Albanese Teken Kesepakatan Rp 140 Triliun, Bitcoin Sempat Rebound ke Rp 1,86 Miliar

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyaksikan pengumuman penurunan harga obat-obatan di Gedung Putih, Washington (10/10). (Reuters) - Image

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyaksikan pengumuman penurunan harga obat-obatan di Gedung Putih, Washington (10/10). (Reuters)

JawaPos.com – Harga Bitcoin sempat menguat setelah Amerika Serikat dan Australia menandatangani kesepakatan besar senilai USD 8,5 miliar atau sekitar Rp 140,25 triliun di sektor mineral langka (rare earths).

Langkah itu dinilai sebagai upaya Washington untuk mengurangi ketergantungan terhadap Tiongkok yang selama ini menguasai pasokan global.

Dikutip dari News.Bitcoin, Rabu (22/10), Presiden Donald Trump dan Perdana Menteri Anthony Albanese menandatangani perjanjian tersebut pada Senin waktu setempat di Gedung Putih.

Kesepakatan itu datang hanya beberapa hari setelah Tiongkok memperluas daftar mineral langka yang ekspornya harus mendapatkan izin pemerintah. Langkah Beijing itu disebut-sebut sebagai strategi untuk memperkuat dominasinya di pasar global.

“Salah satu kebijakan yang sedang kami hitung saat ini adalah peningkatan besar tarif untuk produk-produk Tiongkok yang masuk ke Amerika Serikat,” ujar Trump menegaskan dalam konferensi pers.

Meskipun awalnya tidak langsung merespons, Bitcoin akhirnya mengalami lonjakan signifikan pada Selasa sore waktu Amerika Serikat. Mata uang digital itu naik ke USD 113.000 atau sekitar Rp 1,86 miliar, setelah sempat turun hingga USD 107.000 atau Rp 1,76 miliar di perdagangan malam sebelumnya.

Data CoinMarketCap menunjukkan Bitcoin diperdagangkan di sekitar USD 111.936 atau Rp 1,84 miliar, naik 1,13% dalam sehari. Sementara itu, volume perdagangan 24 jam melonjak 44% menjadi USD 90,33 miliar atau sekitar Rp 1.490 triliun, dan kapitalisasi pasarnya meningkat 1% menjadi USD 2,22 triliun atau sekitar Rp 36.630 triliun.

Dominasi Bitcoin di pasar juga naik menjadi 59,85%, menandakan meningkatnya kepercayaan investor terhadap aset digital utama ini setelah periode volatilitas ekstrem.

Kurang dari dua minggu sebelumnya, Tiongkok menambahkan lima mineral baru ke dalam daftar ekspor yang dikontrol ketat. Keputusan itu memicu ketegangan dengan Washington, hingga Trump sempat mengancam tarif 100% untuk produk asal Tiongkok jika kebijakan tersebut tidak dicabut.

Ancaman itu memicu likuidasi terbesar dalam sejarah pasar Kripto, dengan lebih dari USD 19 miliar atau sekitar Rp 313,5 triliun lenyap dalam semalam.

Namun, setelah perjanjian Amerika Serikat–Australia diumumkan, sentimen pasar berbalik positif. Banyak analis menilai kesepakatan ini memberi sinyal stabilitas baru di tengah ketegangan geopolitik.

“Dalam waktu sekitar setahun, kami akan memiliki begitu banyak mineral penting dan rare earths hingga Anda tidak tahu harus berbuat apa dengannya,” kata Trump di acara penandatanganan resmi bersama Albanese.

Kerja sama strategis tersebut juga menjadi simbol bahwa Washington berupaya de-risking dari ketergantungan pada rantai pasokan Tiongkok, sekaligus memperkuat hubungan ekonomi dengan Canberra di bidang sumber daya kritis.

Data Coinglass menunjukkan total futures open interest naik 0,9% menjadi USD 72,9 miliar atau sekitar Rp 1.203 triliun. Sementara itu, total likuidasi mencapai USD 232,45 juta (sekitar Rp 3,8 triliun) dalam sehari, hampir dua kali lipat dari hari sebelumnya. Dari jumlah itu, USD 142,75 juta berasal dari posisi short, sedangkan USD 89,7 juta dari investor yang membuka posisi long.

Meski masih mencatat penurunan mingguan 1,27%, kenaikan harga Bitcoin di atas USD 113.000 memberi harapan bagi pelaku pasar bahwa fase pemulihan bisa berlanjut, terutama jika ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok mulai mereda.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore