Michael Saylor. (michael.com)
JawaPos.com – Harga Bitcoin pada Kamis (2/10) diperdagangkan di USD 116.492 atau sekitar Rp 1,93 miliar per koin. Namun, bukan sekadar harga yang menjadi sorotan, melainkan gagasan besar Michael Saylor, pendiri MicroStrategy sekaligus sosok paling vokal di dunia Bitcoin.
Dikutip dari Bitcoinist, Kamis (2/10), Saylor dalam wawancara bersama Bitcoin Magazine mengungkap blueprint yang ia sebut sebagai “endgame” Bitcoin.
Rencananya sederhana namun ambisius: mengakumulasi Bitcoin senilai USD 1 triliun atau sekitar Rp 16.650 triliun, lalu menciptakan pasar kredit baru di atasnya. “Endgame-nya adalah kami mengakumulasi USD 1 triliun dalam bentuk BTC, kemudian mengembangkannya dengan menerbitkan lebih banyak kredit,” ujar Saylor.
Menurut Saylor, Bitcoin bukan hanya sekadar aset investasi, melainkan bentuk energi digital. Ia menyamakannya dengan penemuan revolusioner seperti api, baja, minyak, hingga listrik. “Bitcoin adalah harapan karena Bitcoin mewakili energi digital, cara menyampaikan energi lintas waktu dan ruang,” katanya.
Ia menambahkan, saat ini 95 persen pengambil keputusan di dunia keuangan belum memahami konsep itu. Namun, justru di situlah peluang besar. “Bitcoin berkembang lebih cepat daripada kemampuan masyarakat untuk mencernanya,” ujarnya.
Saylor menggambarkan langkah perusahaan seperti MicroStrategy dengan cara sederhana: membeli Bitcoin sebagai modal dasar, lalu menerbitkan instrumen kredit di atasnya. Produk-produk itu bisa berupa obligasi, surat utang jangka pendek, hingga instrumen mirip pasar uang.
“Jika saya punya perusahaan yang membeli Bitcoin senilai USD 1 miliar, maka saya memiliki USD 1 miliar modal digital. Dari sana, saya bisa menerbitkan kredit digital,” paparnya.
Dengan mekanisme itu, ekuitas perusahaan bisa menjadi “digital equity” yang kinerjanya melampaui Bitcoin itu sendiri melalui manajemen tenor dan leverage yang konservatif.
Saylor percaya bahwa perusahaan dengan Bitcoin di neraca keuangan akan bertransformasi menjadi bank masa depan. Skemanya adalah memberi imbal hasil lebih tinggi dibanding bank tradisional, karena kredit yang diterbitkan dijamin penuh oleh Bitcoin.
“Bank yang lebih baik adalah yang bisa memberi 500 basis poin lebih tinggi dari suku bunga bebas risiko, didukung Bitcoin,” jelasnya.
Ia bahkan membayangkan struktur ekonomi global baru: USD 100 triliun (Rp 1.665.000 triliun) kredit digital dengan USD 200 triliun (Rp 3.330.000 triliun) modal digital, seluruhnya tetap over-collateralized sehingga tidak terjerumus ke sistem perbankan fraksional. Negara-negara seperti Swiss dan Jepang, dengan suku bunga rendah, menurutnya akan jadi tanah paling subur.
Sejak MicroStrategy pertama kali membeli Bitcoin pada 2020, kini ada lebih dari 180 perusahaan publik yang menaruh Bitcoin di neraca mereka. “Dari satu perusahaan pada 2020, menjadi dua, tiga, sepuluh, hingga sekarang lebih dari 180. Targetnya adalah seribu, lalu puluhan ribu,” ujarnya.
Bagi Saylor, arus modal institusi justru menguntungkan pemegang awal. “Ketika kami terlibat, harga Bitcoin USD 9.000 per koin. Sekarang USD 115.000. Artinya 93 persen keuntungan jatuh ke individu yang sudah lebih dulu memiliki Bitcoin,” ucapnya.
Ia menilai regulasi di Amerika Serikat juga semakin jelas. Pemerintah tidak berniat menguasai penambang, tetapi ingin perusahaan keuangan memimpin adopsi Bitcoin. “Mereka ingin perusahaan keuangan di Amerika Serikat memimpin jalan dalam adopsi aset digital, modal digital, dan Bitcoin,” tegasnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
