Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Oktober 2025 | 18.26 WIB

Ethereum Tembus Rp 66 Juta, Dana Institusi Rp 9 Triliun Masuk dalam Sehari

Ilustrasi Ethereum. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com) - Image

Ilustrasi Ethereum. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)

JawaPos.com - Ethereum kembali menunjukkan taringnya. Setelah sempat melemah, aset kripto terbesar kedua ini berhasil menembus level psikologis USD 4.000 atau sekitar Rp 66,6 juta pada Rabu (1/10).

Lonjakan harga ini bukan semata-mata dorongan spekulatif, tapi ditopang oleh arus masuk dana institusi yang sangat besar.

Dalam satu hari, total dana yang masuk ke ETF Ethereum di Amerika Serikat mencapai USD 547 juta, sekitar Rp 9,1 triliun jika dikonversi ke rupiah. Ini menjadi catatan rekor tertinggi sejak produk keuangan tersebut diluncurkan. Fidelity memimpin dengan USD 202 juta, diikuti BlackRock yang menyuntikkan USD 154 juta lewat produk mereka.

Momentum ini mengakhiri tren lima hari berturut-turut ETF ETH mengalami outflow. Banyak yang menilai hal ini sebagai sinyal bahwa investor besar kembali percaya diri terhadap Ethereum. Total dana kelolaan seluruh ETF Ethereum kini mencapai sekitar USD 27,5 miliar, setara 5,4 persen dari total kapitalisasi pasar ETH yang beredar.

Tak hanya dari sisi ETF, sentimen positif juga terlihat dari sisi neraca perusahaan. BitMine Immersion Technologies, misalnya, mencatatkan kepemilikan 2,65 juta ETH, menjadikannya perusahaan dengan treasury ETH terbesar yang terpantau publik.

Di sisi lain, Bit Digital mengumumkan rencana penerbitan obligasi konversi sebesar USD 100 juta untuk membeli Ethereum, sebuah langkah strategis yang menunjukkan akumulasi besar-besaran tengah terjadi.

Data on-chain juga menguatkan cerita ini. Menurut CryptoQuant, cadangan ETH di bursa kripto terus menurun. Artinya, banyak investor memindahkan ETH mereka ke wallet pribadi atau staking, bukan untuk dijual.

Ketika pasokan di pasar mengecil, sementara permintaan melonjak, tekanan naik harga pun tak terhindarkan.

Di sisi teknikal, analis melihat Ethereum telah pulih lebih dari 250 persen dari titik terendah siklusnya. Jika harga mampu bertahan di atas USD 4.200, target berikutnya diyakini berada di kisaran USD 4.500 hingga USD 5.000.

Bahkan, bila faktor likuiditas global dan narasi makro mendukung, tak sedikit yang memperkirakan ETH bisa menuju USD 10.000 dalam jangka menengah. Namun, jika gagal mempertahankan level USD 4.200, koreksi sehat ke area USD 3.800– USD 3.600 bisa terjadi sebelum bergerak naik kembali.

Di luar pasar, Ethereum juga terus memperluas perannya dalam infrastruktur keuangan global. SWIFT, lembaga pengiriman uang internasional, telah menguji coba teknologi Ethereum Layer-2 (Linea) bersama bank-bank besar seperti BNP Paribas dan BNY Mellon.

Selain itu, proyek kerja sama SWIFT dengan ConsenSys membuka jalan bagi sistem ledger berbasis blockchain yang dapat memfasilitasi transaksi lintas negara selama 24 jam nonstop.

Artinya, Ethereum bukan hanya soal investasi, tetapi juga teknologi yang sedang membentuk ulang sistem keuangan dunia. Jika sebagian kecil saja volume transaksi SWIFT beralih ke blockchain Ethereum, permintaan terhadap ruang blok dan staking ETH akan terus meningkat dalam jangka panjang.

Melihat seluruh perkembangan ini, dari ETF, cadangan korporasi, data on-chain, hingga integrasi ke sistem keuangan tradisional, Ethereum tampaknya sedang berdiri di awal lintasan baru menuju reli besar berikutnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore