Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 September 2025 | 17.39 WIB

Investor Jangka Panjang Bitcoin Mulai Tahan Diri, Tanda Akumulasi Besar Dimulai?

Ilustrasi bitcoin yang sedang "tertidur" karena tidak ada pergerakan market yang signifikan. (Dhimas Ginanjar/Dall-E/JawaPos.com)

JawaPos.com – Setelah minggu yang penuh gejolak, pasar kripto kini memasuki fase yang lebih tenang. Harga Bitcoin sempat anjlok dari puncaknya di USD 116.000 menjadi USD 108.600 atau sekitar Rp 1,8 miliar, menimbulkan kekhawatiran akan dimulainya tren turun. Namun, data on-chain terbaru menunjukkan bahwa situasinya bisa jadi tidak seburuk itu.

Menurut laporan dari analis kripto Alphractal, yang dikutip Bitcoinist, Senin (28/9), perilaku long-term holders (LTH) atau investor jangka panjang Bitcoin mengalami perubahan signifikan. Mereka memang masih memindahkan koin-koin lama, tetapi dengan ritme yang jauh lebih lambat dibanding tahun lalu.

Analisis ini menggunakan metrik Coin Days Destroyed (CDD) Multiple, sebuah indikator yang mengukur intensitas pergerakan koin berdasarkan seberapa lama koin tersebut disimpan. Semakin tua koin yang dijual, semakin tinggi angka CDD-nya. Artinya, jika para investor lama ramai-ramai mulai menjual, angka CDD akan melonjak.

Namun yang terjadi saat ini justru sebaliknya. “Penurunan aktivitas CDD menunjukkan bahwa banyak investor berpengalaman memilih menyimpan posisi mereka, menunggu pergerakan pasar yang lebih kuat,” tulis Alphractal.

Perilaku seperti ini dalam sejarah Bitcoin sering kali mendahului fase akumulasi besar-besaran, ketika para pemegang jangka panjang mulai menumpuk kembali koin mereka sebagai bentuk kepercayaan bahwa pasar akan segera pulih atau bahkan memulai tren naik baru.

Pada saat artikel ini ditulis, harga Bitcoin tercatat di USD 109.630 atau sekitar Rp 1,82 miliar, tidak banyak berubah dibandingkan hari sebelumnya. Volatilitas masih tinggi, namun tidak terlihat tanda-tanda kepanikan besar dari pelaku pasar jangka panjang.

Jika pola historis kembali terulang, maka penurunan CDD Multiple bisa menjadi sinyal bahwa fondasi untuk ekspansi besar Bitcoin berikutnya sedang disiapkan. Investor disarankan untuk mencermati dua hal: pergerakan harga di kisaran swing low dan perubahan aktivitas CDD sebelum mengambil keputusan.

Meski di permukaan pasar tampak tenang atau bahkan lesu, ada gerakan yang menarik di bawah radar. Para investor lama, yang biasanya menjadi penentu arah jangka panjang Bitcoin, kini tidak lagi terburu-buru menjual. Sebaliknya, mereka memilih untuk diam, menunggu momen yang tepat.

Dalam dunia kripto, ketenangan seperti ini sering kali menjadi pertanda sebelum badai atau justru bull run besar dimulai.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore