Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 September 2025 | 17.32 WIB

Ethereum Diprediksi Tembus Rp 349 Juta di 2025, Ini Dua Sinyal Teknisnya

Ilustrasi ethereum yang terus menunjukkan tren positif. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)

JawaPos.com – Di tengah volatilitas pasar kripto dan pelemahan harga jangka pendek, salah satu analis teknikal populer di platform X, PlanD, justru melontarkan proyeksi bullish yang cukup mengejutkan. Ia menyebut bahwa harga Ethereum (ETH) berpotensi naik hingga USD 21.000 atau setara Rp 349 juta pada akhir tahun 2025.

Prediksi ini muncul saat harga Ethereum saat ini masih stagnan di level USD 4.001 atau sekitar Rp 66,6 juta, dengan volume perdagangan yang turun tajam hingga 58 persen dalam sehari terakhir. Meski secara mingguan ETH masih tercatat minus 10,66 persen, analisis PlanD menyoroti dua pola teknikal utama yang diyakini dapat mendorong ETH ke level rekor baru dalam waktu 15 bulan ke depan.

PlanD menjelaskan bahwa dalam jangka panjang, Ethereum telah breakout dari pola segitiga simetris yang telah terbentuk selama empat tahun terakhir. Pola ini terbentuk ketika harga bergerak menyempit di antara dua garis tren yang saling mendekat, dan breakout ke atas menandakan sinyal bullish yang kuat.

Setelah mencapai all-time high di level USD 4.953 atau sekitar Rp 82,3 juta, ETH memang sempat terkoreksi. Namun koreksi ini dianggap retest sehat ke zona resistance sebelumnya di sekitar USD 3.900 (Rp 64,9 juta) yang kini menjadi support. “ETH sudah memantul dengan baik dari zona ini dan kini melanjutkan tren naiknya,” tulis PlanD dalam unggahannya pada Jumat (27/9).

Pola teknikal kedua yang diperhatikan adalah inverse head and shoulders (H&S), sebuah sinyal pembalikan arah dari bearish ke bullish. Target harga dari pola ini adalah USD 5.900 atau Rp 98,2 juta. PlanD meyakini bahwa jika ETH berhasil mencapai target ini, maka potensi untuk melanjutkan rally ke target besar USD 21.000 akan terbuka lebar.

“Ini bukan sekadar spekulasi, tapi proyeksi berbasis struktur teknikal yang terbentuk alami selama siklus harga Ethereum,” tulis PlanD.

Meski harga harian ETH tampak lesu, indikator on-chain justru mendukung narasi akumulasi. Berdasarkan data dari perusahaan analitik blockchain Sentora, aliran bersih Ethereum dari bursa (exchange netflow) tercatat negatif USD 3,08 miliar dalam sepekan terakhir. Artinya, lebih banyak ETH ditarik dari bursa, yang biasanya menandakan niat untuk disimpan (HODL) ketimbang dijual.

Di sisi lain, biaya transaksi di jaringan Ethereum menurun 3,9 persen, yang berarti ada penurunan aktivitas on-chain dan permintaan ruang blok. Ini bisa dilihat sebagai fase istirahat sementara, sembari pasar menunggu katalis selanjutnya.

Dengan gabungan antara sinyal teknikal jangka panjang dan akumulasi on-chain, banyak analis melihat bahwa Ethereum masih berada di jalur bullish meskipun saat ini pasar tampak melemah.

“Jika ETH berhasil melewati target inverse H&S di USD 5.900, maka target berikutnya di USD 21.000 jadi sangat masuk akal,” tegas PlanD.

Bagi investor jangka panjang, momen seperti ini, ketika pasar diam dan ragu-ragu, justru bisa menjadi peluang terbaik untuk masuk. Karena seperti yang sering dikatakan komunitas kripto: “market moves fastest when no one’s looking.”

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore