Ilustrasi bitcoin yang sedang
JawaPos.com – Di tengah “Red September” yang bikin pasar kripto lesu, Bitcoin justru sedang memainkan permainan yang membingungkan. Harganya bertahan di kisaran USD 111.611 atau sekitar Rp 1,86 miliar, nyaris tak bergerak tajam, seperti tamu pesta yang menunggu lagu favoritnya diputar sebelum ikut berdansa.
Kondisi ini disebut sebagai fase konsolidasi, ketika pasar seolah-olah sedang “tidur siang” setelah volatilitas ekstrem di awal bulan. Pekan lalu, harga Bitcoin sempat jatuh dari USD 115.000 ke USD 109.000 (sekitar Rp 1,9 miliar ke Rp 1,8 miliar), akibat aksi jual besar-besaran yang melikuidasi posisi long dengan leverage tinggi.
Secara teknikal, para analis melihat zona USD 107.000–108.700 (Rp 1,78–1,81 miliar) sebagai support penting. Jika jebol, maka harga bisa merosot ke USD 105.000 bahkan USD 100.000 (Rp 1,74–1,66 miliar).
Sebaliknya, jika Bitcoin mampu menembus dan bertahan di atas USD 112.000–113.000 (Rp 1,86–1,88 miliar), pasar bisa kembali mencoba menembus USD 115.000 hingga USD 120.000 (Rp 1,91–1,99 miliar). Namun, volume perdagangan menjadi faktor penentu apakah breakout itu sahih atau hanya umpan palsu.
Beberapa indikator teknikal memberikan sinyal bertolak belakang. Indeks kekuatan relatif (Relative Strength Index/RSI) menunjukkan potensi pemulihan (bullish divergence), sementara indikator MACD justru condong ke arah bearish untuk jangka waktu yang lebih panjang.
Artinya, pasar belum punya arah jelas. Seperti ditulis News.Bitcoin, ini adalah “fase hurry up and wait”, cepat-cepat masuk, lalu disuruh menunggu.
Selain teknikal, faktor fundamental juga menambah “bumbu” keraguan. Produk Exchange-Traded Fund (ETF) spot Bitcoin mencatatkan arus keluar (outflow) yang signifikan minggu lalu. Sementara itu, whale (pemilik BTC dalam jumlah besar) memindahkan dana ke dompet baru dan bursa, serta institusi besar seperti Grayscale dan BlackRock memangkas kepemilikan.
Semua ini membuat likuiditas pasar jadi tipis, sehingga harga mudah naik atau turun drastis dengan volume yang tidak besar. Namun demikian, tidak ada tanda-tanda kapitulasi ekstrem—ini bukan kepanikan, hanya suasana hati yang sendu.
Satu hal yang menarik adalah reputasi bulan Oktober dalam sejarah kripto. Banyak investor menyebutnya “Uptober” karena sering menjadi awal tren naik. Jika kebijakan moneter Amerika Serikat melunak atau ada katalis positif dari regulator, bisa saja Bitcoin bangkit dari fase bosan ini dan mencetak reli baru.
Namun jika tidak, fase chop atau gerak mendatar seperti saat ini bisa terus berlanjut. Pasar akan tetap terombang-ambing oleh data ekonomi makro, penguatan dolar Amerika Serikat, serta pernyataan dari bank sentral (The Fed).
Bagi trader harian, fase seperti ini memang membosankan. Tapi pasar kripto punya sejarah bahwa kebosanan sering kali adalah pendahulu kejutan besar. Seperti ditulis dalam laporan News.Bitcoin, “Bitcoin belum rusak. Justru trader yang sedang bosan.”
Dengan harga yang bertahan di atas Rp 1,86 miliar dan potensi breakout di kisaran Rp 1,88–1,91 miliar, Bitcoin bisa saja meledak kapan saja. Karena itu, tetap waspada, jangan terlalu yakin, dan jangan terlalu pesimis. Seperti di lantai dansa, momen terbaik datang saat DJ memutar lagu yang pas.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022