Ilustrasi Red September yang identik dengan turunnya harga Bitcoin maupun kripto secara umum. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Harga Bitcoin saat ini ibarat menari di atas garis tipis antara harapan dan keraguan. Pada Rabu pagi waktu Amerika Serikat atau Rabu malam WIB, harga Bitcoin tercatat USD 113.000 atau sekitar Rp 1,88 miliar, belum juga mampu menembus level resisten kunci di USD 113.500 (Rp 1,88 miliar).
Meski sempat membentuk pola double bottom di kisaran USD 111.115 (sekitar Rp 1,84 miliar) yang memberi sinyal pemulihan jangka pendek, volume perdagangan belum cukup kuat untuk mendorong tren naik secara meyakinkan.
Di sisi lain, pola higher low memang memberi sedikit angin segar bagi para bullish trader, tapi semua mata tertuju pada satu angka: USD 113.500.
Jika Bitcoin berhasil menembus USD 113.500 dengan volume besar sebagai pendukung, analis memprediksi harga bisa merangkak naik ke kisaran USD 114.500–115.000 (Rp 1,90–Rp 1,91 miliar).
Namun, jika harga kembali tergelincir di bawah USD 111.000 (Rp 1,84 miliar), maka sinyal bullish bisa berubah jadi jebakan, dan Bitcoin rawan terkoreksi lebih dalam.
Kondisi pasar saat ini digambarkan sebagai “market penuh mungkin.” Grafik empat jam menunjukkan sinyal pemulihan, tapi volume masih lemah. Sementara grafik harian justru memperlihatkan candlestick kecil yang menandakan ambivalensi pasar.
Indikator teknikal pun tak memberi arahan yang jelas. RSI berada di angka 46—netral. Stochastic, CCI, hingga ADX semuanya menunjukkan tren lemah. Bahkan indikator MACD dan momentum saling bertolak belakang, menciptakan kebingungan.
Rata-rata pergerakan (moving averages) juga memberi sinyal campuran. EMA dan SMA jangka pendek (periode 10, 20, dan 50) masih merah alias bearish. Namun pada jangka panjang, indikator EMA 100 dan SMA 200 justru memberikan sinyal bullish.
Situasi ini membuat analis menyimpulkan bahwa Bitcoin sedang memasuki fase "waiting game", di mana kesabaran dan kejelian membaca data adalah kunci utama.
Bagi investor yang masih optimistis, skenario bull akan terbuka jika Bitcoin mampu menembus Rp 1,88 miliar disertai lonjakan volume. Dalam skenario ini, potensi menuju Rp 1,91 miliar terbuka lebar.
Namun dalam skenario bearish, jika harga turun di bawah Rp 1,84 miliar, pemulihan yang terjadi bisa jadi hanyalah “dead cat bounce” atau pantulan sesaat sebelum kembali jatuh. Dengan volume yang lemah dan indikator teknikal yang labil, pasar kripto tengah berada di zona rawan.
Bitcoin memang masih bertahan, tapi belum aman. Investor disarankan tidak terburu-buru membuka posisi besar, dan tetap memantau volume, level support dan resistance, serta rilis makroekonomi yang bisa menjadi katalis.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
